Kemendikdasmen Ingin Anak Indonesia Jadi Peraih Nobel di Masa Depan

Kemendikdasmen Ingin Anak Indonesia Jadi Peraih Nobel di Masa Depan

Devita Savitri - detikEdu
Senin, 02 Feb 2026 13:00 WIB
Kemendikdasmen Ingin Anak Indonesia Jadi Peraih Nobel di Masa Depan
Kemendikdasmen ingin anak Indonesia tercatat senagai peraih Nobel di masa depan. Langkahnya dimulai dari pembinaan talenta. Foto: Devita Savitri/detikcom
Jakarta -

Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Biyanto berharap anak-anak Indonesia bisa menjadi peraih Hadiah Nobel di masa depan. Salah satu upayanya adalah dengan melakukan manajemen talenta murid.

Ketentuan Manajemen Talenta dituangkan pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid yang berlaku sejak 17 Desember 2025 lalu.

Peraturan ini mencabut Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 71 Tahun 2024 tentang Manajemen Talenta Peserta Didik. Biyanto menyebut manajemen talenta di peraturan terbaru tak hanya bersifat akademik, tapi juga nonakademik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui Permen ini, mudah-mudahan pada saatnya kita bisa melahirkan anak-anak bangsa yang bisa meraih Hadiah Nobel, mudah-mudahan," tutur Biyanto dalam acara Silaturahmi Kemendikdasmen dengan Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik), di Gedung A Kemendikdasmen, Senayan, Senin (2/2/2026).

Wacana Pembinaan Beberapa Cabor Didukung Kemendikdasmen

Terkait prestasi nonakademik, Biyanto menyebut berbagai pihaknya terus melakukan pendataan. Terbaru, ada wacana pembinaan beberapa cabang olahraga (cabor) akan dilimpahkan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Kemendikdasmen.

ADVERTISEMENT

"Beberapa cabang olahraga di Kementerian Olahraga diserahkan ke kita untuk kemudian saatnya nanti akan kita fasilitasi proses pembinaannya," jelas Biyanto.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Kapuspresnas) Maria Veronica Irene Herdjiono menggarisbawahi, wacana ini masih dalam pembahasan.

"Ini masih dalam pembahasan. Bukan dialihkan, tapi fokus pembinaan karena sasarannya di murid. Cabornya secara umum semua dikerjakan bareng, cuman ini sasarannya aja anak-anak. Kemendikdasmen bisa support," paparnya.

Menurutnya, ini akan menjadi peluang yang sangat baik bagi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) untuk memfasilitasi anak-anak Indonesia. Dengan begitu, anak-anak Indonesia tidak hanya mumpuni di bidang akademik, tapi juga nonakademik, bahkan bisa meraih Hadiah Nobel.

"Rasanya belum pernah, lahir dari bumi Nusantara kita, lahir meraih Hadiah Nobel dalam berbagai bidang. Karena itu, mudah-mudahan investasi jangka panjangnya, pada akhirnya melahirkan anak-anak hebat yang bukan hanya mengharumkan daerahnya masing-masing, tapi juga nama negara," tandas Biyanto.




(det/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads