Seluruh murid jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) boleh mendaftar Tes Kemampuan Akademik (TKA). Termasuk juga murid berkebutuhan khusus.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (BSKAP Kemendikdasmen) Muhammad Yusro.
Syarat utama seorang murid bisa mendaftar TKA adalah mereka berada di kelas akhir, yakni kelas 6 untuk jenjang SD dan kelas 9 bagi SMP yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) valid. Murid berkebutuhan khusus diperbolehkan mendaftar selama tidak memiliki hambatan intelektual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memberikan kesempatan kepada murid yang berkebutuhan khusus untuk dapat mengikuti TKA selama tidak memiliki hambatan intelektual," tutur Yusro dalam acara Silaturahmi Kemendikdasmen dengan Forum Wartawan Pendidikan di Gedung Arjuna, Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kemendikdasmen, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat (23/1/2026) ditulis Sabtu (24/1/2026).
Siapkan Teknologi Khusus
Hadir di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengembangan dan Fasilitasi Pelaksanaan Asesmen, BSKAP Kemendikdasmen, Handaru Catu Bagus mengaku pihaknya telah menyiapkan fasilitas untuk murid berkebutuhan khusus. Setiap ketunaan memiliki tindakan yang berbeda.
"Untuk fasilitasi, ya kita untuk anak-anak berkebutuhan khusus, khususnya yang netra dan beberapa ketunaan lainnya, soalnya kita bedakan," jelasnya.
Untuk murid berkebutuhan khusus dengan ketunaan netra, Kemendikdasmen menyisipkan teknologi screen reader (pembaca layar) di aplikasi soal. Soal yang diberikan juga tidak mengandung gambar dengan teks terbatas.
"Terutama yang netra kita siapkan untuk soal yang tipenya tidak ada gambar dan mungkin teksnya juga terbatas dan lain sebagainya, dan bisa menggunakan yang namanya screen reader," urainya.
Hadirnya teknologi tersebut membuat murid tidak perlu didampingi oleh seseorang saat tes berlangsung. Dengan begitu, murid diharapkan bisa lebih fokus dalam mengerjakan soal.
"Jadi screen reader itu nanti yang akan membacakan, sehingga anak-anak atau murid yang tuna netra ini bisa langsung mengerjakan sendiri tanpa ada bantuan dari yang lain," kata Handaru lagi.
Mitigasi Kecurangan TKA
Tak hanya tambahan teknologi dalam ujian TKA, Kemendikdasmen juga melakukan mitigasi agar kecurangan yang terjadi di jenjang SMA/SMK tidak terulang. Salah satu kecurangan yang hadir pada pelaksanaan TKA jenjang SMA/SMK adalah bocornya soal di media sosial.
Terkait hal itu, Kemendikdasmen menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk lakukan pemantauan.
"Dalam rangka mengantisipasi terjadinya kecurangan kembali yang memang lebih banyak dilakukan di media sosial, kami sudah juga melakukan koordinasi dan rapat dengan Komdigi," beber Yusro.
Bersama Komdigi, Kemendikdasmen akan menyusun petunjuk teknis terkait pengaturan dan pengamanan TKA. Dengan begitu, TKA jenjang SD dan SMP bisa berjalan dengan optimal.
"Dengan Komdigi sudah kita lakukan juga koordinasi dan kita akan melakukan ke arah yang lebih teknis kembali bagaimana kemudian mengatur dan juga mengamankan agar Tes Kemampuan Akademik ini bisa berjalan dengan optimal," sambungnya.
Jadwal TKA SD-SMP 2026
- Pendaftaran TKA SD dan SMP: 19 Januari-28 Februari 2026
- Simulasi TKA SMP: 23 Februari-1 Maret 2026
- Simulasi TKA SD: 2-8 Maret 2026
- Gladi Bersih TKA SD dan SMP: 9-17 Maret 2026
- TKA SMP: 6-16 April 2026
- TKA SD: 20-30 April 2026










































