SMK Durasi 4 Tahun Bakal Diperbanyak, Ini Pertimbangannya

ADVERTISEMENT

SMK Durasi 4 Tahun Bakal Diperbanyak, Ini Pertimbangannya

Cicin Yulianti - detikEdu
Kamis, 08 Jan 2026 17:30 WIB
SMK Durasi 4 Tahun Bakal Diperbanyak, Ini Pertimbangannya
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti. Foto: (dok detikcom)
Jakarta -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan memperbanyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berdurasi sekolah empat tahun. Selama ini, jumlah SMK berdurasi tiga tahun masih mendominasi di tanah air.

Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, rencana ini merupakan salah satu dari program prioritas Kemendikdasmen untuk SMK. Tujuannya untuk menyiapkan siswa SMK menghadapi dunia industri.

"Kami ada setidaknya 4 kebijakan strategis untuk SMK. Yang pertama, kami akan memperbanyak SMK 4 tahun. Di mana SMK 4 tahun ini kami rancang sebagai SMK yang mempersiapkan para muridnya memasuki dunia kerja," kata Mu'ti dalam acara Peresmian Revitalisasi Sekolah Kabupaten Garut, di SMK Al-Musaddadiyah, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Kamis (8/1/2026) disiarkan di kanal YouTube Kemendikdasmen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertimbangan Kemendikdasmen Soal SMK 4 Tahun

Mu'ti menyebut ada beberapa pertimbangan yang menjadikan pihaknya perlu memperpanjang masa studi siswa SMK. Utamanya, untuk membuat lulusan SMK sesuai dengan kebutuhan industri.

ADVERTISEMENT

Seperti dalam hal usia. Banyak lulusan SMK 3 tahun masih berusia di bawah 18 tahun, sehingga hal tersebut tidak selaras dengan kualifikasi di banyak perusahaan.

"Banyak dari mereka yang enggak bisa masuk dunia kerja langsung karena SMK 3 tahun. Kalau mereka 3 tahun bisa jadi usia mereka di bawah 18 tahun. Kalau di bawah 18 tahun mereka itu masih dalam kategori anak-anak yang karena anak-anak maka mereka tidak boleh bekerja, kalau di bawah 18 tahun mereka bekerja ketika ada masalah dianggap mempekerjakan anak-anak," beber Mu'ti.

Siswa SMK Akan Dibekali Kelas Pekerja

Kemendikdasmen saat ini juga tengah memperluas kesempatan kerja bagi lulusan SMK. Para lulusan SMK didorong untuk memanfaatkan kesempatan kerja di luar negeri lewat program SMK Go Global.

"Menyiapkan anak-anak SMK-SMK tertentu untuk bekerja di luar negeri. Kami sudah ada MoU dengan Kementerian P2MI para murid SMK dan lulusan SMK yang siap untuk bekerja di luar negeri," katanya.

Selain itu, siswa SMK juga bisa memanfaatkan fasilitas praktik yang disediakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Mereka juga akan dibekali pelatihan dan sertifikat keahlian.

"Kami sedang rancang agar praktik di Kemenaker juga mendapatkan sertifikat sehingga lulusan SMK itu bisa memiliki ijazah dari SMK di mana murid belajar dan kedua mendapatkan sertifikat kualifikasi keahlian tertentu sesuai mereka melakukan praktik," kata Mu'ti.

SMK Akan Dibuat Berbasis Keunggulan Lokal

Tak cuma menekankan pada prospek lulusan sebagai pekerja, Mu'ti juga menyebut beberapa SMK akan difokuskan agar memiliki sistem pembelajaran sesuai dengan keunggulan lokal di wilayahnya.

"Yang kedua, adalah SMK yang berbasis keunggulan lokal. Di mana SMK itu memiliki program keahlian yang diintegrasikan dengan potensi-potensi sosial dan juga potensi alam di mana SMK itu berdiri," kata Mu'ti.

Dengan SMK berbasis keunggulan lokal, maka lulusan SMK tertentu dapat mengasah kemampuan sesuai dengan kebutuhan asal daerahnya. Sehingga lulusan SMK bisa tumbuh sebagai wirausahawan.

"Misalnya Garut ini punya keunggulan apa ini yang coba nanti menjadi bagian dari afirmasi kebijakan kami sehingga program keahlian di SMK ini akan semakin bervariasi," kata Mu'ti.




(cyu/pal)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads