Nilai Rerata TKA Matematika SMA Jeblok, Hanya 36 dari 100

Nilai Rerata TKA Matematika SMA Jeblok, Hanya 36 dari 100

Cicin Yulianti - detikEdu
Rabu, 24 Des 2025 09:30 WIB
Nilai Rerata TKA Matematika SMA Jeblok, Hanya 36 dari 100
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusaspendik), BSKAP Kemendikdasmen, Rahmawati. Foto: Cicin Yulianti/detikEdu
Jakarta -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis hasil rekapitulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 SMA/sederajat. Dari laporannya, nilai rerata TKA matematika nasional berada di angka 36,10.

Adapun skor maksimum dari TKA matematika adalah 100,00. Nilai tersebut merupakan rerata dari 3.489.148 siswa yang ikut TKA mata pelajaran tersebut.

Mengapa nilai TKA matematika bisa sampai serendah itu?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nilai Rerata Matematika SMA Rendah di Setiap Jenjang

Dalam TKA yang dilaksanakan 3-6 November 2025 lalu, ada jenjang SMA, SMK, MA, dan Paket C yang ikut serta. Mata pelajaran matematika masih belum cukup unggul jika dibandingkan nilai bahasa Indonesia.

Rerata nilai TKA matematika di setiap jenjang adalah sebagai berikut:

ADVERTISEMENT
  • Rerata nilai TKA matematika di SMA: 37,23
  • Rerata nilai TKA matematika di MA: 35,72
  • Rerata nilai TKA matematika di SMK: 34,74
  • Rerata nilai TKA matematika Paket C: 33,89

"Secara umum, capaian SMA tertinggi pada seluruh mata pelajaran wajib, diikuti oleh MA kemudian SMK. Pengecualian terjadi di mata pelajaran bahasa Inggris, capaian rerata Paket C lebih tinggi dibandingkan MA maupun SMK," kata Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BKSAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin dalam Taklimat Media Laporan Pelaksanaan TKA Jenjang SMA 2025 di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada Senin (22/12) lalu.

3 Provinsi dengan Rerata Nilai TKA Matematika Tertinggi

Dari 38 provinsi yang ikut serta melaksanakan TKA 2025, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menempati urutan pertama dengan nilai rerata TKA matematika tertinggi. Nilai rerata TKA matematika di DIY sebesar 43,09.

Kedua disusul oleh provinsi DKI Jakarta. Nilai rerata TKA matematika nasional di sini mencapai 40,16. Ketiga, nilai rerata TKA matematika tertinggi dipegang Jawa Tengah dengan skor 39,16.

DIY juga menjadi provinsi dengan peroleh skor rerata TKA bahasa Inggris tertinggi yakni 30,00. Begitu juga pada nilai bahasa Indonesia yakni 65,89.

Meski Kemendikdasmen merilis skor-skor TKA per provinsi, Toni menegaskan adanya nilai tersebut bukan untuk memeringkat provinsi mana yang terbaik.

"Penting kami tegaskan sejak awal bahwa hasil TKA ini bukan untuk memberi level. Bukan untuk meranking skor, apalagi membandingkan daerah secara sederhana," kata Toni.

Penyebab Nilai Rerata TKA SMA Rendah

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusaspendik), BSKAP Kemendikdasmen, Rahmawati mengungkap sederet penyebab jebloknya nilai TKA matematika.

Menurut Rahmawati, soal matematika sebenarnya memiliki konten sederhana. Namun, cara bertanyanya atau pertanyaan yang muncul dalam soal jarang ditemui siswa di sekolah.

"Misalnya kalau tentang data dan peluang, biasanya kita langsung ini ada 5 data berapakah rata-ratanya? Seperti itu. Tetapi kemarin ada salah satu butir soal yang memang divariasikan lintas zona dan sesi itu ada lima data semuanya bilangan cacah dengan jumlah total data itu kalau dijumlahkan 30 jadi itu seperti hitungan anak SD sebenarnya ya 5 data 30 rata-ratanya 6," beber Rahmawati.

Dalam soal tersebut, ditambahkan syarat dan ketentuan. Sehingga banyak siswa yang terjebak dengan soal-soalnya.

"Tapi pertanyaannya bukan seperti itu, pertanyaannya adalah kalau dua data itu kosong kemudian ada syarat dan ketentuan yang berlaku, misalnya produksinya minimal berapa setiap harinya, setiap hari memproduksinya tidak pernah sama, ternyata anak-anak kita mungkin tidak terbiasa mengkaitkan data yang tertera di tabel dengan syarat dan ketentuan yang berlaku secara pointer naratif," sambungnya.

Rahmawati melihat siswa masih terkendala saat mengkaitkan antara data dengan ketentuan. Jika dipahami dengan baik, menurutnya ketentuan tersebut sebenarnya berupa kalimat-kalimat sederhana.

Mendikdasmen Dapat Kritik Sulitnya Soal TKA

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti pun membenarkan banyaknya kritik yang mengarah pada dirinya tentang sulitnya soal TKA.

"Kemarin saya habis peresmian di Kuningan, SLB Negeri Kuningan itu ada ibu-ibu yang nempel saya. Ibu-ibu nempel saya, 'Pak, itu kan soal-soalnya yang keluar tuh belum diajarkan di sekolah kami, Pak,' gitu," katanya.

Keluhan berikutnya adalah soal TKA yang dirasa banyak siswa tidak sesuai dengan apa yang kebanyakan try out ajarkan. Mu'ti menegaskan perbedaan itu lumrah ada.

"Ya kalau try out dengan pelaksanaan itu sama, ya enggak usah ada tes. Kan try out itu sifatnya hanya melatih nanti kira-kira itu akan begitu. Tetapi kan tidak harus begitu kan, namanya juga try out," katanya.

Mu'ti juga menerima kritik tentang soal-soal yang muncul di TKA tidak sesuai dengan materi yang diajarkan. Namun, menurutnya soal itu muncul bukan untuk menguji materi tetapi kemampuan lain siswa.

"Sehingga karena itu kalau memang ada misalnya apa, masalah-masalah di lapangan, termasuk tadi belum diajarkan kok sudah dites, barangkali tujuan dari tesnya memang tidak menguji materi, tapi menguji kemampuan lain di luar yang berkaitan dengan materi itu," katanya.

Hasil TKA Dijadikan Masukan bagi PTN-Pemerintah

Data nilai TKA ini dikatakan Toni akan menjadi masukan bagi berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi hingga pemerintah.

Di satuan pendidikan dasar dan menengah, nilai TKA akan dijadikan dasar pengembangan pembelajaran mendalam, juga untuk menyempurnakan kurikulum.

"Dan peningkatan kualitas proses belajar-belajar dan juga sekiranya meningkatkan kualitas gurunya," ujar Toni.

Kemudian untuk perguruan tinggi, nilai TKA menjadi validator kemampuan siswa. Contohnya sebagai bukti prestasi sekaligus syarat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

"Nanti rancangan berikutnya terkait dengan kesinambungan antara TKA dengan tes perguruan tinggi, itu akan kita bicarakan lebih lanjut. Tapi intinya bahwa TKA ini tidak sekadar dilaksanakan untuk tes belaka, tetapi memang ada keterkaitannya dengan kebijakan di perguruan tinggi," kata Mendikdasmen.




(cyu/nah)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads