Dimediasi Gubernur Banten, Kepsek Tampar Siswa Merokok Saling Memaafkan

ADVERTISEMENT

Dimediasi Gubernur Banten, Kepsek Tampar Siswa Merokok Saling Memaafkan

Tim detikcom - detikEdu
Kamis, 16 Okt 2025 10:33 WIB
Gubernur Banten Andra Soni mempertemukan Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitri, dengan murid yang ketahuan merokok bernama Indra. (Arief I/detikcom)
Gubernur Banten Andra Soni mempertemukan Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitri, dengan murid yang ketahuan merokok bernama Indra, kini berakhir damai. Foto: (Arief I/detikcom)
Jakarta -

Ramai diperbincangkan di media sosial, kepala sekolah (kepsek) yang menampar siswa karena merokok kini saling memaafkan. Keduanya diketahui bertemu langsung dengan pendampingan Gubernur Banten, Andra Soni.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Banten, Lukman menjelaskan polemik panjang ini diawali usai ada siswa yang ketahuan merokok di bekalang sekolah. Hal ini membuat Kepsek Dini Fitri sebagai Kepala SMAN 1 Cimarga mengambil tindakan menegur dan mengingatkan.

Namun, teguran itu dilontarkan dengan kata-kata yang dianggap kasar hingga disertai kontak fisik menurut Lukman. Saat mengetahuinya, Lukman masih melakukan penyelidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi, sambil mengingatkan itu, mungkin bahasanya agak keras. Ya, mungkin bahasa orang sana, jadi agak beda. Itu hal yang biasa mungkin ya, kita juga belum tahu pasti," ujarnya dikutip dari detiknews, Kamis (16/10/2025).

ADVERTISEMENT

Siswa Mogok Sekolah-Ortu Lapor Polisi

Usai kejadian tersebut, sebanyak 630 siswa di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten melakukan aksi mogok sekolah. Ini dinilai sebagai aksi protes siswa kepada pihak sekolah.

Kendati demikian, seluruh dewan guru tetap datang ke sekolah dan Kepsek Dini memerintahkan Wakasek Kurikulum agar proses kegiatan belajar-mengajar (KBM) tetap berjalan. Di sisi lain, pihak orang tua murid yang tidak terima dengan perlakuan Kepsek mengambil langkah hukum dengan membuat laporan ke polisi pada Jumat, (10/10/2025) lalu.

Saat dikonfirmasi, orang tua murid bernama Tri Indah Alesti tidak bisa memberikan keterangan secara detail. Dia menyatakan kasus ini sudah ditangani kuasa hukumnya.

Lantaran ramai di media sosial, Gubernur Banten ikut turun tangan. Ia sebelumnya melakukan proses penonaktifkan Kepsek Dini.

Saling Minta Maaf

Di saat proses hukum berjalan, Gubernur Banten akhirnya memutuskan untuk mempertemukan Kepsek Dini Fitri dengan murid yang ketahuan merokok bernama Indra. Pertemuan itu terjadi di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Rabu (15/10/2025).

Hasil pertemuan itu baik, kedua pihak baik siswa Indra dan Kepsek Dini saling bermaafan terhadap kejadian itu.

"Saya minta maaf atas kesalahan saya," ucap Indra.

"Ibu maafkan, dan ibu juga minta maaf atas kata-kata ibu. Semoga di hati Indra bisa ikhlas," balas Dini.

Dini juga mengingatkan Indra agar meneladani pesan Gubernur Andra Soni. Dia juga mendoakan muridnya itu menjadi pribadi yang sukses.

"Pak Gubernur telah memberikan pengajaran tentang keikhlasan. Semoga Indra bisa legowo dan sukses," ujar Dini.

Usai bermaafan, Andra Soni memastikan agar status Dini sebagai Kepsek SMAN 1 Cimarga kembali aktif. Ia juga menyebut alasan penonaktifan sebelumnya ditujukan untuk menormalkan suasana di sekolah.

"Situasi saat itu tidak kondusif. Guru sudah tidak bisa mengarahkan murid ke kelas selama dua hari. Sudah mulai muncul ketidakhormatan, mereka menolak disuruh masuk kelas," ucap Andra.

"Jadi, keputusan Disdik agar semua kembali normal dalam proses pembelajaran. Sifatnya bukan hukuman atau pemberhentian, hanya penonaktifan sementara," katanya.

Andra menyampaikan Dini Fitri segera diaktifkan kembali sebagai kepala sekolah. Ia tidak ingin muncul persoalan baru apabila Dini dipindahkan ke sekolah lain.

Meski sudah memaafkan, Kanit PPA Satreskrim Polres Lebak Ipda Limbong menyatakan belum menerima pencabutan laporan oleh orang tua dari Indra terkait perkara tersebut. Sampai saat ini, pihak orang tua Indra disebut belum mendatangi Polres Lebak.

"Untuk saat ini belum. Tapi kami dapat informasi kedua belah pihak sudah ada mediasi. Mudah-mudahan besok ada kabar baik dari kedua belah pihak," tandasnya.




(det/nah)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads