Laporan survei Persepsi Publik Terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru dari Katadata Insight Center (KIC) menunjukkan tingkat awareness publik terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) mencapai 80%.
Lebih lanjut, mayoritas responden menilai sistem ini lebih baik dibandingkan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebelumnya (88%) dan sesuai dengan harapan (90%).
Angka tersebut diperoleh dari survei SPMB KIC bagian riset kuantitatif survei online yang digelar 1-22 Agustus 2025 terhadap 1.074 responden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Responden bagian riset kuantitatif survei SPMB KIC terdiri dari orang tua murid SPMB SMP (399 orang), orang tua murid SPMB SMA (314 orang), dan orang tua murid pendaftar lainnya (361 orang). Responden terpilih dengan teknik non-probability sampling.
Profil responden pada riset kuantitatif ini meliputi 51,3% laki-laki dan 47,7% perempuan, mayoritas usia 28-43 tahun (61,3%). Tingkat pendidikan responden didominasi lulusan SMA (53,2%), berprofesi sebagai karyawan swasta (27,2%). Berdasarkan pengeluaran rumah tangga. mayoritas responden (38,7%) merupakan kelompok SES C (Rp 2 juta-Rp 4 juta).
Hasil survei menunjukkan, 9 dari 10 responden dapat mengidentifikasi satu perbedaan SBMB dan PPDB. Lebih lanjut, 6 dari 10 responden dapat memahami perbedaan jalur seleksi dengan benar.
Research & Analytics Manager KIC Satria Triputra Wisnumurti menjelaskan, 91,1% orang tua murid menilai kesempatan lebih besar untuk murid berprestasi pada SPMB. Mayoritas orang tua murid (94,4%) juga menilai kesempatan lebih besar untuk murid ekonomi tidak mampu pada SPMB.
Mayoritas orang tua murid (91,1%) juga menilai SPMB memperbaiki pemerataan akses pendidikan (91,1%) dan memberi kesempatan lebih besar untuk murid penyandang disabilitas (91,8%).
"Di atas 90% semuanya, responden setuju bahwa manfaatnya juga banyak pada SPMB," kata Satria pada kegiatan peluncuran laporan survei, 'Membaca Suara Publik tentang SPMB' di Pintar Gelora Kampus, Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Manfaat SPMB Versi Survei KIC
Berikut manfaat SPMB yang dirasakan responden survei SPMB KIC:
- Meningkatkan pemerataan akses pada layanan pendidikan: 63,7%
- Meningkatkan transparansi (kejelasan kuota, jumlah pendaftar, peringkat pendaftar): 50,9%
- Mengurangi dominasi sekolah favorit: 49,8%
- Memberikan kesempatan lebih besar untuk murid kurang mampu bersekolah: 48,2%
- Meningkatkan keadilan dalam sistem seleksi: 44,2%
- Memberikan kesempatan lebih besar untuk murid berprestasi bersekolah: 37,4%
- Mengurangi praktik kecurangan: 36,6%
- Memberikan kesempatan lebih besar untuk murid disabilitas bersekolah: 34,2%
- Lainnya: 1,1%
Kepuasan Ortu terhadap Pelaksanaan SPMB Versi Survei KIC
Dengan skala 4, skor rata-rata kepuasan orang tua terhadap pelaksanaan SPMB yakni 3,26. Aspek tertinggi yakni tidak ada biaya selama seleksi (3,46), transparansi hasil seleksi (3,31), dan kejelasan waktu pelaksanaan (3,30).
Sementara itu, aspek kepuasan terendah yakni kompetensi panitia (3,20) dan kemudahan prosedur SPMB (3,20).
Sedangkan 177 responden menyatakan tidak puas dengan SPMB. Alasan tertinggi yakni sosialisasi kurang memadai dari sekolah tujuan, sekolah asal, dan media sosial (24,9%), sikap panitia kurang ramah dan tidak responsif membantu ortu murid (13,6%), dan sistem/website pendaftaran sering error (10,2%).










































