Kisah Sarjana Tari yang Mengabdi di SLB, Antar Siswa ke Panggung Nasional

Kisah Sarjana Tari yang Mengabdi di SLB, Antar Siswa ke Panggung Nasional

Trisna Wulandari - detikEdu
Minggu, 27 Nov 2022 14:00 WIB
Ni Nyoman Ari Savitri, guru tari di SLB Negeri 1 Badung.
Foto: Trisna Wulandari/detikEdu
Jakarta -

Siswa-siswa SLB Negeri 1 Badung, Bali menarikan tari puspawresti di panggung Puncak Hari Guru Nasional 2022 di JI Expo Kemayoran, Jakarta (26/11/2022). Lebih istimewa bagi para tamu, rupanya siswa-siswa penari tersebut adalah anak tuna rungu dengan tingkat pendengaran berbeda-beda.

Ialah Ni Nyoman Ari Savitri, sosok guru di balik penampilan emas para siswa tersebut. Ari tercatat sebagai guru keterampilan tari di SMALB B, SLB Negeri 1 Badung. Sehari-hari, ia mendidik siswa dengan hambatan pendengaran dan komunikasi wicara.

Ari menuturkan, ia semula tidak berlatar pendidikan Pendidikan Khusus, terlebih bagi anak tunarungu. Lantas, bagaimana lulusan jurusan Tari, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar 2005 ini mengabdikan diri di SLB hingga mengantarkan siswanya ke panggung perayaan nasional?

Menjadi Guru SLB

Ia bercerita, semula dirinya mendapat tugas belajar dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK), Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Bali. Tugasnya yakni mengikuti tugas belajar Pendidikan Khusus di Bandung. Saat menjadi CPNS pada 2009, muncul komunikasi tentang penempatannya.

"Saya ditawarkan, apakah tidak apa-apa tidak diterima di tempat yang tidak diinginkan? Saya bilang, tidak apa-apa, saya suka tantangan. Turunlah SK saya di SLB Negeri 1 Badung ini. Oh, saya harus belajar bahasa isyarat," tuturnya.

"Saya mikir, oke, belajar dulu. Akhirnya saya jatuh cinta, dan nggak ingin ke mana-mana lagi. Saya ingin mengabdikan diri buat mereka, karena hati mereka (para siswa) benar-benar tulus, jadi saya pun suka sekali sama mereka," sambungnya tersenyum.

Mencari Jalan Pengalaman

Di sekolahnya, tari menjadi salah satu keterampilan yang diajarkan, di samping dalam seni budaya dan ekstrakurikuler. Ari mengajar di bidang ini.

Menjadi guru dan Waka Kesiswaan juga menjadikannya dekat dengan siswa-siswa. Ia bercerita, dirinya kerap mendorong para siswa untuk ikut lomba apa saja yang disukai. Terlepas dari menang-kalah, kompetisi baginya membentuk siswa berani mencoba dan mau berusaha.

"Pengalaman itu yang berharga, pengalaman itu yang 'menjadikan' mereka. Tidak hanya teori di sekolah, tetapi juga pelajaran di luar sekolah itu penting," kata Ari.

Ia mengatakan, dengan menjajal pengalaman sesuai minat, siswa juga mengenal lingkungan yang lebih luas dan lebih mandiri saat lulus.

"Mereka nanti juga bisa diserap oleh usaha dan industri dan bekerja. Atau pun, kalau bisa mereka jadi wirausaha mandiri, tidak menunggu pekerjaan, tetapi juga menciptakan pekerjaan untuk mereka sendiri dan juga teman-temannya," ucapnya.



Simak Video "Peringati Hari Guru, Siswa SD di Sidrap Buat Prakarya dari Barang Bekas"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia