Kemenag Bahas Peningkatan Kesejahteraan-Kompetensi Guru di Hari Guru Nasional

Kemenag Bahas Peningkatan Kesejahteraan-Kompetensi Guru di Hari Guru Nasional

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 25 Nov 2022 12:15 WIB
Wamenag RI bahas peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru di Hari Guru Nasional 2022.
Wamenag RI Zainut Tauhid Sa'adi bahas peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru di Hari Guru Nasional 2022. Foto: Dok. Kemenag
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2022 di Kantor Kemenag RI, Jakarta, Jumat, (25/11/2022).

Wakil Menteri Agama (Menag) Zainut Tauhid Sa'adi menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf pada guru terkait belum maksimalnya ikhtiar Kemenag dalam meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas jasa besar yang diberikan para guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Zainut.

"Permohonan maaf jika ikhtiar kami belum optimal dalam memberikan layanan terbaik bagi para pahlawan tanpa tanda jasa. Benar bahwa Hari Guru Nasional adalah bentuk rekognisi. Namun, kami juga berkomitmen untuk terus berupaya agar para guru terus mendapat afirmasi," sambungnya.

Zainut mengatakan, pihak Kemenag ke depan berkomitmen untuk meningkatkan kompetisi dan kesejahteraan guru.

"Terkait peningkatan kesejahteraan, kami perjuangkan pemenuhan Tunjangan Profesi Guru (TPG), pemberian insentif guru, pengangkatan PPPK (guru), penataan dan pendistribusian guru, serta program strategis lainnya. Tentunya pemenuhan tersebut harus juga dibarengi dengan aspek kualitas guru," katanya.

Untuk mendorong peningkatan kompetensi tersebut, sambung Zainut, Kemenag mendorong penambahan kuota pendidikan profesi guru (PPG) melalui jalur pembiayaan LPDP.

"Alhamdulillah, tahun ini ada penambahan signifikan, mencapai 11.200 kuota PPG. Kami berkomitmen agar jumlah ini terus bertambah di tahun mendatang. Upaya peningkatan kompetisi kami lakukan juga dengan memberi beasiswa pendidikan, serta memberikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi para guru," tuturnya.

Ia menambahkan, Kemenag juga bermitra dengan Bank Dunia untuk peningkatan kompetensi guru lewat program Madrasah Reform.

"Target totalnya menjangkau lebih dari 300.000 guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia," kata Zainut.

Wamenag tersebut turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi guru yang tanpa batas di tengah pandemi Covid-19, masa learning recovery, hingga pemulihan proses pembelajaran. Harapannya, para guru terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi informasi.

"Paradigma belajar dan mengajar perlu respon dengan kekinian. Ada proses transformasi digital, ada big data (maha data), artificial intelligence (kecerdasan buatan), metaverse, metahuman, robotic, dan lainnya yang hadir di ruang-ruang kelas siswa generasi Z dan Alfa," katanya.

Di sisi lain, ia juga berharap guru terus menguatkan moderasi beragama dan tahun toleransi.

Ia berpesan agar guru dan warga madrasah menjadikan agama sebagai inspirasi memuliakan kemanusiaan, berkomitmen kebangsaan, toleran, dan antikekerasan. Lebih lanjut, warga madrasah pun hendaknya menghormati keragaman budaya lokal dan semua bentuk perbedaan.

"Jauhi politisasi agama, hindari perpecahan, terlebih dengan membawa-bawa ajaran agama. Hadirkan agama sebagai rahmat bagi semesta," katanya.



Simak Video "Peringati Hari Guru, Siswa SD di Sidrap Buat Prakarya dari Barang Bekas"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia