Curhat Guru Honorer Jelang Hari Guru: Kendala PPPK-Jaminan Tak Lengkap

Curhat Guru Honorer Jelang Hari Guru: Kendala PPPK-Jaminan Tak Lengkap

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 25 Nov 2022 12:30 WIB
Ahmad Raafi Pamungkas (batik cokelat) bersama sejumlah guru SMPN 25 Jakarta lainnya berdialog dengan anggota Komisi IX DPR RI Krisdayanti
Ahmad Raafi Pamungkas (batik cokelat) bersama sejumlah guru SMPN 25 Jakarta lainnya berdialog dengan anggota Komisi IX DPR RI Krisdayanti (Foto: dok. Pri)
Jakarta -

Sehari sebelum peringatan Hari Guru Nasional, Kamis (24/11/2022), sejumlah guru dan siswa SMPN 25 Jakarta berdialog dengan anggota Komisi IX DPR RI Krisdayanti yang membidangi Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Salah satu guru yang hadir dalam dialog tersebut Ahmad Raafi Pamungkas menuturkan, ia dan rekannya merupakan guru honorer yang sempat mendaftar sebagai ASN PPPK Guru. Namun hingga seleksi PPPK Guru 2022 ini, guru Bimbingan Konseling itu masih terkendala.

"Saat ini sedang ada rekrutmen PPPK. Kami berdua mendaftar di web PPPK. Kendalanya adalah di SMP 25 sendiri tidak ada anjab (analisis jabatan)-nya. Dan kita berdua ini merasa bingung. Kita sudah daftar, dari sistemnya sudah terdata di SMPN 25, tetapi anjabnya tidak ada, tidak muncul. Sebab, di surat, di SMPN 25 tidak ada anjabnya (untuk kami)," kata Raafi.

"Ini berpengaruh ke kesehatan mental kita berdua. Awalnya kita sudah berharap kita akan masuk di SMP 25, tetapi ternyata hasilnya atau kesimpulannya tidak ada anjab sama sekali," imbuhnya.

Berdasarkan Peraturan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Petunjuk Teknik Pelaksanaan Seleksi PPPK JF Guru 2021, penetapan formasi PPPK Guru secara nasional diawali dengan perencanaan kebutuhan guru di provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Pengusulan formasi PPPK Guru menggunakan e-formasi

Data yang diperlukan dalam e-formasi antara lain peta jabatan pada setiap unit organisasi lewat analisis jabatan, yang mencakup nama jabatan, ikhtisar jabatan, tugas jabatan, kompetensi jabatan, dan seterusnya.

Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Muhammad Syaifudin di sisi lain menyoal jaminan sosial yang didapat guru honorer.

"Sebagai guru honorer, kami mendapat dua jaminan, yaitu JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKm (Jaminan Kematian). JHT (Jaminan Hari Tua) kami tidak ada," tuturnya.

Terlepas dari status dan kondisinya, kedua guru honorer tersebut juga aktif di sekolah. Raafi dan Syaifudin merupakan beberapa guru dari warga sekolah SMPN 25 Jakarta yang mendukung program antiperundungan yang diterapkan sekolah beserta siswa dari inisiasi Pemprov DKI Jakarta.

Para guru antiperundungan tersebut juga menjadi pihak yang berkoordinasi dengan 30 siswa Duta Antiperundungan dalam langkah pencegahan dan penyelesaian masalah bullying antarsiswa.

Krisdayanti menuturkan, dengan kondisinya, para guru honorer tersebut masih memberikan yang terbaik bagi siswa.

"Tentu (di isu) guru honorer masih ada saja keluhan. Memang disebutkan mereka kuat, mereka hebat, mereka nggak mau down di proses belajar-mengajar, nanti murid-murid jadi enggak punya figur," kata Krisdayanti.

KD berharap, menyambut Hari Guru Nasional 2022, pemerintah ke depan bisa memberikan kesejahteraan yang sepantasnya bagi guru.

"Mereka yang ada di sekitar, yang ada di media juga, masih ada guru honorer yang mendapat gaji Rp 300 ribu sebulan, tinggal di lingkungan sekolah, di bagian toilet, ini kan suatu hal yang tidak pantas kita berikan pada guru. Mereka kan pelita, memberikan pelajaran untuk kita. Menjadi keteladanan orang tua yang diestafetkan untuk mendidik anak-anak, itu di tangan guru," kata Krisdayanti.

"Jadi harapan saya, pemerintah benar-benar hadir, tidak ada kesenjangan, dan memberi kesejahteraan yang sepantasnya bagi guru, dengan menjadikan mereka ASN," sambungnya.

"Teman-teman Komisi X bisa mendengar ini untuk disampaikan. Tenaga ahli saya juga begitu. Prosesnya di DPR tidak hanya selesai di sini, melibatkan Komisi X (Pendidikan), menjembatani yang sudah jadi keluhan Bapak-Ibu guru sekalian," pungkasnya.



Simak Video "Peringati Hari Guru, Siswa SD di Sidrap Buat Prakarya dari Barang Bekas"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia