Cerita Guru SMA yang Bikin Siswa Tak Takut Matematika Lewat Cerpen

Cerita Guru SMA yang Bikin Siswa Tak Takut Matematika Lewat Cerpen

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 25 Nov 2022 13:30 WIB
Nadia Cassinie
Nadia Cassinie (Foto: dok. Pri)
Jakarta -

Nadia Cassinie, guru SMA Sekolah Murid Merdeka, Jakarta semula melihat para siswanya kesulitan belajar matematika. Tak mau diam, ia pun menulis buku Kumpulan Cerpen Matematika: Sang Pemburu Diskon untuk para siswa.

Nadia berharap, kumpulan cerpen persembahannya bisa mengubah stigma negatif matematika di mata siswanya.

"Mereka kesulitan karena tidak suka. Menganggap bahwa matematika nggak bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, terutama setelah mereka lulus. Belajar matematika di sekolah jadi formalitas karena mata pelajaran wajib," tutur Nadia dalam keterangannya, dikutip Kamis (24/11/2022).

Nadia menuturkan, cerpen buatannya mengulas masalah sehari-hari yang bersentuhan dengan konsep matematika SMP dan SMA. Menurutnya, siswa SD pun bisa belajar dari buku ini.

Giat Menulis

Sebelumnya, Nadia tercatat menelurkan e-book Penerapan Hybrid Learning pada New Normal dan buku pengembangan diri Lifer After. Buku tersebut dirampungkannya kurang dari 1 bulan.

"Jumlah buku yang sudah saya tulis, jujur tidak hafal. Yang jelas lebih dari 20 buku," tutur Nadia.

Nadia menuturkan, ia juga beberapa kali menulis tulisan tentang praktik baik mengajarnya di Surat Kabar Guru Belajar, e-magazine berisi kumpulan cerita inspiratif pendidik.

Meneliti, Menulis, dan Menjadi Pembicara Konferensi Pendidikan

Nadia juga gemar meneliti dan menulis paper. Penelitian tentang tindakan kelas mengantarkan Nadia jadi pembicara konferensi pendidikan internasional di Singapura mulai 2017 hingga 2020 lalu.

Ia mengingatkan, guru punya peluang jadi penulis.

"Yang penting lolos kurasi. Untuk bisa lolos kurasi, tulisan yang kita buat harus sesuai dengan standar yang ditetapkan penerbit," tuturnya.

Nadia mengatakan, jika guru ingin jadi penulis, jangan lupa perluas ide dengan banyak membaca karya orang lain. Lalu, tentukan tujuan capaian tulisan, alur waktu penulisan, dan usahakan fokus.

Di samping itu, buat kerangka penulisan agar agar bahasan tidak keluar dari topik. Jangan segan meminta pendapat orang lain mengenai tulisan yang dibuat. Namun, guru harus lapang dada menerima kritik membangun dan berani menerbitkan karyanya.

Menjadi penulis bagi Nadia memacunya untuk terus belajar, di samping mendapat penghasilan tambahan. Namanya pun jadi dikenal dan diundang jadi pembicara. Terlebih, bukunya dapat jadi bahan ajar mengajar di kelas.



Simak Video "Peringati Hari Guru, Siswa SD di Sidrap Buat Prakarya dari Barang Bekas"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia