Pasca Gempa Cianjur, Disdik Jabar Beri 3 Pilihan KBM ke Sekolah

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 23 Nov 2022 13:00 WIB
Gempa bumi berkekuatan M 5,6 mengakibatkan kerusahan di Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11). Selain rumah, gempa juga mengakibatkan atap dan tembok sekolah ambruk.
Bangunan Sekolah Rusak Akibat Gempa Cianjur. (Foto: REUTERS/Iman Firmansyah)
Jakarta -

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar) Dedi Supandi menyampaikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan tetap berjalan pasca gempa Cianjur. Dedi memberikan tiga pilihan KBM yang dapat dipilih oleh sekolah.

"Daring, hybrid (luring dan daring), dan melakukan pembelajaran secara sif (pagi dan siang)," jelasnya dalam laman resmi Disdik Jabar dikutip Rabu (23/11/2022).

Ia menambahkan, pihaknya menyerahkan kepada satuan pendidikan atau sekolah untuk membuat kewenangan yang sekiranya bisa memudahkan proses belajar mengajar.

Gempa yang menimpa Cianjur itu merusak beberapa bangunan sekolah. Tercatat berdasarkan hasil pantauan Kadisdik, ada sekitar 26 sekolah yang rusak berat, sedang maupun ringan.

Total dari 26 sekolah tersebut, hampir 138 ruang kelas, termasuk ruang guru yang rusak berat. Adapun sekolah yang paling terdampak di daerah Cugenang dan Cilaku, termasuk di SMAN 1 Cianjur.

Bangun Tenda di Sekolah untuk KBM

Dedi Supandi menghimbau pada sekolah yang terdampak gempa, untuk melakukan pembersihkan lokasi. Terutama bagi sekolah dengan tingkat kerusakan di atas 50 persen.

"Akan kita ajukan bantuan pendirian tenda-tenda untuk proses belajar mengajar," ucapnya.

Tim konsultan juga akan turun ke lapangan untuk meninjau kelayakan bangunan sekolah, apakah bisa digunakan untuk proses belajar mengajar atau tidak.

"Kita pun sudah menyampaikan kepada Kemendikbud akan segera melakukan perbaikan sarana-sarana, baik yang bersumber dari DAK pusat, APBD, CSR ataupun dari anggaran tak terduga," paparnya.

Namun, menurut Kadisdik, jika dianggap membahayakan, pihaknya akan memproses kajian dari konsultan sehingga bisa dibangun ulang.

Berikan Trauma Healing hingga Pelaksanaan UAS Ramah Anak

Dedi menyampaikan, Disdik Jabar telah menghubungi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk memberikan trauma healing pada siswa korban gempa.

"Kita juga telah menghubungi DP3AKB, termasuk P2TP2A untuk melakukan trauma healing kepada siswa yang terdampak gempa," ungkap Kadisdik.

Pihaknya berpesan kepada kepala sekolah dan kantor cabang dinas untuk melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) memakai pola-pola yang ramah anak. Sebab, masih ada siswa yang dalam kondisi traumatis.

"Mengingat, di awal Desember siswa melaksanakan ujian akhir semester," tuturnya.



Simak Video "Gempa Cianjur: Lokasi, Penyebab, hingga Dampaknya"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia