40 Guru RI Jalani Pelatihan dan Homestay di Australia

40 Guru RI Jalani Pelatihan dan Homestay di Australia

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 03 Nov 2022 13:30 WIB
40 Guru RI Jalani Pelatihan dan Homestay di Australia
Foto: Dok. Kedutaan Besar Australia/40 Guru RI Jalani Pelatihan dan Homestay di Australia
Jakarta -

Sebanyak 40 guru dari 29 lembaga pendidikan di 13 provinsi di Indonesia menuju Australia pada pekan ini. Mereka akan menjalani program Kemitraan Sekolah BRIDGE (Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement) antara Australia dan Indonesia.

Pelatihan ini adalah program kemitraan sekolah yang didanai oleh Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) dan diselenggarakan oleh Asia Education Foundation (AEF). Tujuannya adalah menjalin kolaborasi yang berkelanjutan antara sekolah-sekolah di Indonesia dengan Australia sekaligus menyediakan akses pengetahuan dan keterampilan baru untuk para pendidik dari kedua negara.

"Senang melihat guru-guru Indonesia yang berkeinginan kuat berkunjung ke Australia untuk berbagi pengalaman dan keterampilan dengan rekan-rekan mereka di Australia," ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams, dikutip dari laman Kedutaan Besar Australia di Indonesia pada Kamis (3/11/2022).

Saat sudah sampai di Sydney, para guru akan meneruskan perjalanan ke mitra sekolah Australia masing-masing. Lokasinya ada di tujuh negara bagian dan wilayah.

Guru-guru Indonesia ini akan menghabiskan waktu bersama-sama para guru mitra dan merasakan pengalaman tinggal di rumah warga Australia melalui fasilitas homestay.

40 Guru RI Jalani Pelatihan dan Homestay di Australia40 Guru RI Jalani Pelatihan dan Homestay di Australia Foto: Dok. Kedutaan Besar Australia

Salah seorang peserta guru, Nurwahidah dari SMA Negeri 1 Atambua berharap dapat belajar bersama guru-guru di Australia.

"Saya berharap kita dapat terhubung dan belajar bersama seperti tujuan BRIDGE dan membangun persahabatan antara dua sekolah, dua negara kita, Australia dan Indonesia," kata Nurwahidah.

Sejak tahun 2008, program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia sudah menjalin 210 kemitraan. Di dalamnya mencakup 195 sekolah di 18 provinsi di Indonesia dan 195 sekolah di seluruh negara bagian dan wilayah Australia. Sejauh ini program tersebut sudah melibatkan lebih dari 840 guru.

Perempuan dan Guru Berkebutuhan Khusus Sangat Dianjurkan Melamar

Mengutip dari panduan Aplikasi Pembentukan Kemitraan Sekolah Tahun 2022 BRIDGE School Partnership Program, pelatihan tersebut melibatkan sekolah dari jenjang sekolah dasar sampai menengah. Kesempatan ikut serta juga terbuka untuk madrasah maupun pesantren.

Sekolah nantinya akan menominasikan empat orang guru. Namun, hanya dua yang akan dipilih.

Beberapa syarat mengikutinya misalnya, merupakan guru kelas atau guru mata pelajaran (kepala/wakil sekolah tidak bisa ikut), guru tetap atau berkomitmen mengajar di sekolah asal minimal dua tahun setelah program selesai, punya kemampuan bahasa Inggris yang baik, punya keterampilan komputer yang baik, dan sebagainya.

Para pendidik perempuan dan yang punya kebutuhan khusus sangat dianjurkan untuk melamar. Pada tahun ini sendiri, pendaftarannya sudah dibuka pada 28 Maret-8 Mei 2022 lalu melalui laman https://bit.ly/2022-indoBRIDGE-newschools.

Nah, guru-guru Indonesia yang ingin ikut bisa mencoba kesempatan berikutnya ya! Jangan lupa pantau laman terkait supaya tidak ketinggalan informasi.



Simak Video "Guru Cabuli 3 Muridnya di Sulsel, Ternyata Kambuhan dari Tahun 2012"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia