Kisah Raja Arthur yang Legendaris di Inggris, Nyata atau Fiksi?

Kisah Raja Arthur yang Legendaris di Inggris, Nyata atau Fiksi?

Nikita Rosa - detikEdu
Kamis, 15 Sep 2022 07:00 WIB
Raja Arthur dengan Ksatria Meja Bundar
Raja Arthur dan Ksatria Meja Bundar. (Foto: Wikimedia Commons/Evrard d'Espinques)
Jakarta -

Kisah Raja Arthur, seorang raja dari Inggris, sering tertulis pada karya sastra. Mulai dari pementasan teater hingga buku dongeng, ia digambarkan sebagai sosok pemberani yang memimpin peperangan.

Kisah Raja Arthur terkenal sebagai raja dari abad pertengahan. Ia memimpin Inggris melawan penjajah Saxon pada awal abad keenam.

Meski sosoknya melegenda, muncul perdebatan apakah Raja Arthur seorang raja nyata atau hanya karya fiksi semata. Para sejarawan meneliti selama berabad-abad dan mencapai pada satu kesepakatan.

Kisah King Arthur Ternyata Fiksi

Sejarawan sepakat bahwa keberadaan King Arthur tidak dapat dikonfirmasi atau kisah fiksi. Menurut situs History, nama Arthur tidak muncul dalam satu-satunya sumber kontemporer yang masih hidup tentang penjajahan Saxon.

Buku tersebut ditulis oleh seorang biksu Celtic Gildas tentang pertempuran kehidupan nyata di Mons Badonicus (Bukit Badon).

Sejarah King Arthur dalam Karya Sastra

Beberapa ratus tahun setelah buku yang ditulis oleh biksu Celtic, nama Arthur muncul dalam tulisan seorang sejarawan Welsh bernama Nennius.

Dalam tulisan Nennius, ia menceritakan 12 pertempuran yang diperjuangkan oleh King Arthur. Semua pertempuran tersebut diambil dari puisi di wilayah Welsh.

Dalam kisah tersebut, diceritakan Arthur bertempur dalam banyak waktu dan tempat yang berbeda. Sehingga mustahil bagi satu orang untuk berpartisipasi dalam semuanya.

Sejak karya Nennius, nama Arthur digunakan oleh penulis Welsh yang lain dan kemudian terkenal ke luar Wales. Seperti dikutip dari Britannica, nama Raja Arthur mulai populer dalam buku History of the Kings of Britain karya Geoffrey.

Karangan tersebut menuliskan kisah hidup Arhur yang berperang menggunakan pedang Calibur atau Excalibur. Perpaduan mitos dan fakta, buku itu diduga didasarkan pada manuskrip Celtic yang hilang yang hanya bisa dibaca oleh Geoffrey.

Serangkaian kisah lain juga ditulis oleh penyair Prancis Chr├ętien de Troyes tentang Arthur yang mencari Cawan Suci yang misterius.

Meskipun Arthur bukan orang yang nyata, kisahnya menyebar luar di dataran Eropa bahkan di dunia.

Penguasa Inggris dari Henry VIII hingga Ratu Victoria telah menggunakan legenda Arthur untuk tujuan politik, sementara banyak penulis, pelukis, dan seniman lain telah menghasilkan kisah Arthur versi mereka sendiri.

(nir/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia