Kisah Andi Ikbal: Batal Ikut Gerak Jalan akibat Seragam Kusam-Terima Bantuan

Kisah Andi Ikbal: Batal Ikut Gerak Jalan akibat Seragam Kusam-Terima Bantuan

Rahma Harbani - detikEdu
Minggu, 21 Agu 2022 15:00 WIB
Siswa SD di Bone dikeluarkan dari barisan gerak jalan.
Siswa SD di Bone dikeluarkan dari barisan gerak jalan. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Video yang memperlihatkan Andi Ikbal, seorang siswa SD di Bone, Sulawesi Selatan belum lama ini beredar di media sosial. Terlihat dalam video, Ikbal hanya berdiri bersandar di dekat orang tuanya sembari menonton teman-temannya dalam barisan gerak jalan dari sekolahnya.

Momen tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dari sekolah Ikbal, SDN 233 Desa Mattampa Walie dalam rangka memperingati HUT ke-77 RI tingkat Kabupaten Bone di Lapangan Merdeka, Desa Mattampa Walie, Kecamatan Mare pada 17 Agustus lalu.

Usut punya usut, Ikbal dikeluarkan dari barisan tersebut lantaran seragam yang dikenakannya dianggap kusam. Warna seragamnya dinilai berbeda dengan teman sebayanya dalam barisan.

Orang Tua Kecewa dan Sempat Emosi

Perihal Ikbal dikeluarkan dari barisan gerak jalan sekolah ini dibenarkan oleh orang tua siswa, Andi Alwi. Ia menuding, pihak sekolah melakukan diskriminasi pada putranya.

"Iya betul dikeluarkan dari barisan saat gerak jalan 17 Agustus kemarin. Karena bajunya dipersoalkan, saya juga tidak bisa ka' belikan baju baru," kata Alwi, dikutip dari detikSulsel, Minggu (21/8/2022).

Tentunya, hal tersebut membuat Alwi selaku orang tua merasa kecewa. Ia menyesalkan kenapa putranya baru dikeluarkan dari barisan saat di lapangan. Padahal, anaknya sudah mengikuti seluruh latihan selama ini.

"Yang saya kecewakan kenapa di lapangan baru dikeluarkan," keluhnya.

Sementara menurut penuturan Alwi, guru sekolahnya beralasan bahwa Ikbal adalah peserta cadangan dari kegiatan gerak jalan tersebut.

Namun, tidak berselang lama dari peristiwa dikeluarkan tersebut, salah satu teman Ikbal dikabarkan pingsan. Ikbal pun kemudian diminta kembali masuk ke barisan.

"Ikbal diminta kembali masuk barisan, namun saya terlanjur kecewa dan melarangnya. Sakit sekali kurasa. Andai saya ditampar, saya bisa langsung rasakan sakitnya," pungkasnya.

Kepala Desa Mattampa Walie Andi Fatwa sebagai saksi mata kejadian menambahkan, orang tua Ikbal sempat tersulut emosi kala anaknya dikeluarkan dari barisan. Fatwa pun mengaku sempat menenangkan orang tua siswa tersebut.

"Orang tuanya kemarin mengamuk, kebetulan orang itu adalah depan rumah saya tinggal, jadi saya berusaha menenangkan," tutur Fatwa.

Ikbal Sempat Menangis

Kembali pada cerita Alwi, ia mengatakan bahwa putranya sempat menangis usai dikeluarkan dari barisan gerak jalan tersebut.

"Anakku menangis, katanya bajunya tidak berwarna putih," tutur dia.

Hal ini dikonfirmasi Alwi dari istrinya atau Ibunda dari Ikbal yang baru tiba di lapangan untuk mencari keberadaan putranya. Setiba di lapangan, kata Alwi, istrinya menemukan Ikbal yang tengah menangis.

"Mamanya (istri Alwi) tanya ki kenapa menangis? Ikbal jawab 'dikeluarkan dari barisan karena bajuku warnanya kuning'," cerita Alwi.

Alwi menambahkan, istrinya langsung membawa Ikbal ke pinggir jalan untuk meninggalkan lapangan.

Klarifikasi Pihak Sekolah

Kepala SD 233 Mattampa Walie Rostina menampik tuduhan pihaknya mengeluarkan siswa akibat seragam yang kusam. Ia berdalih ada miskomunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa.

"Seandainya dikeluarkan gara-gara baju dikeluarkan memang mi dari kemarin-kemarinnya dan tidak diikutkan mi latihan. Jadi hanya miskomunikasi antara orang tua dan gurunya," jelas Rostina.

Rostina menjelaskan, guru sekolah memang mengatur barisan sebelum gerak jalan dimulai. Pengaturan barisan tersebut membuat siswa diminta mundur oleh gurunya.

"Ternyata mamanya salah paham dia anggap anaknya dikeluarkan karena katanya bajunya kasihan bukan baju baru," jelasnya.

Untuk itu, Rostina menegaskan, Ikbal tidak dikeluarkan dari barisan. Ditambah lagu seragam semua peserta gerak jalan sudah dihiasi.

Ia juga berdalih, pihaknya sudah memberikan penjelasan pada orang tua siswa bersangkutan. "Orang tuanya tidak paham maksud gurunya, sementara guru tidak menginfokan pada orang tuanya bahwa baru diatur anak-anak," terangnya.

Bantuan dari BAZNAS

Kisah Ikbal yang viral di media sosial ini pun mengundang Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bone untuk memberikan bantuan pada Jumat (19/8/2022). Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan sekolah untuk siswa tersebut hingga sembako.

"Tadi malam kami berusaha mengantarkan bantuan langsung ke rumah Andi Ikbal. Ada tas, buku, alat tulis, Al-Qur'an, sarung, beras, dan sembako," kata Wakil Ketua I Baznas Bone Faridah Hanafing.

Farida mengaku turut kecewa usai menyaksikan video viral yang berdurasi 16 detik tersebut.

"Saya menempatkan diri sebagai orang tua, tidak ada uang untuk belikan anak seragam dipakai lomba. Sangat sakit rasanya," sebutnya.

Dari insiden tersebut, Faridah mendoakan Ikbal agar siswa tersebut bisa mendapat ganti yang lebih besar di masa mendatang seperti menjadi pemimpin barisan.

"Semoga dengan kejadian ini, keluarga Ikbal bisa mendapatkan hikmahnya. Bisa lebih mandiri dan belajar sungguh-sungguh, serta semoga tahun depan menjadi pemimpin barisan," sambung Farida.



Simak Video "Melihat Lagi Paskibra di Tangerang Becek-becekan di Upacara HUT RI"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia