Tapal Batas

Murid di SD Ini Totalnya Cuma 29 Orang, Tahun Ini Terima 5 Siswa

Alfi Kholisdinuka - detikEdu
Kamis, 18 Agu 2022 10:34 WIB
Murid di SD Ini Totalnya Cuma 29 Orang, Tahun Ini Terima 5 Siswa
Potret halaman depan SDN 006 Telaga Kecil di Kepulauan Anambas Foto: Rafida Fauzia/detikcom
Anambas -

Sekolah Dasar (SD) Negeri 006 Telaga Kecil di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hanya memiliki total 29 murid dari kelas 1 hingga kelas 6. Para guru hanya mengajar 3 sampai 6 murid di setiap kelasnya.

Menurut salah satu Guru Kelas SDN 006 Telaga Kecil, Safarilis (Safar), pada tahun ajaran baru 2022/2023, sekolah ini hanya mendapatkan 5 orang siswa baru. Meski prihatin, kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan.

"SDN 006 Telaga Kecil saat ini memiliki 29 siswa. Terdiri dari 5 siswa di kelas 1, 5 siswa kelas 2, 3 siswa kelas 3, serta masing-masing 5 siswa kelas 4, 5, dan 6 siswa kelas 6," ujarnya kepada Tim Tapal Batas detikcom beberapa waktu lalu.

Safar mengungkapkan murid-murid dari SD ini mayoritas merupakan anak-anak dari keluarga nelayan yang mendiami Pulau Telaga Kecil. SDN 006 Telaga Kecil ini satu-satunya sekolah dasar yang ada di pulau ini.

"Jadi harapan saya ke depan, semoga SD 006 Telaga kecil ini semakin berkembang, kemudian SDM-nya semakin bertambah karena di sekolah kami masih banyak keterbatasan," ungkapnya.

Sementara itu, Guru Kelas lainnya Hamdani (51) mengungkapkan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) atau murid-murid di sekolah ini sudah menjadi isu tahunan bagi para guru. Pihaknya pun sudah menggelar pertemuan rutin antara guru dan para orang tua.

Murid di SD Ini Totalnya Cuma 29 Orang, Tahun Ini Terima 5 SiswaSuasana mengajar di salah satu kelas di SDN 006 Telaga Kecil Kepulauan Anambas Foto: Rafida Fauzia/detikcom

Hasil pertemuan itu, Hamdani mengusulkan kepada pemerintah setempat untuk mendorong adanya transmigrasi atau perpindahan penduduk dari daerah padat ke wilayah yang penduduknya masih jarang.

"Berkaitan dengan keberlanjutannya generasi siswa-siswa di sini, kita harapkan pemerintah desa menggalakkan transmigrasi lokal dalam rangka transmigrasi pada pasangan-pasangan usia subur sehingga bisa memproduksi, atau melahirkan anak-anak sebagai generasi penerus," ungkapnya.

"Karena kita khawatir, kalau memang penduduk (kepulauan) kita ini, 1 anak, 2 anak tidak menambah keturunan, kita khawatir sekolah ini akan tutup, jadi ini adalah suatu harapan-harapan kita, karena sekolah selalu memberikan harapan-harapan itu demi jalannya pendidikan di desa ini," jelasnya.

Halaman Selanjutnya: Sisi Positif Mengajar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia