Hore! KJP Plus untuk SMP hingga SMA Sudah Cair, Cek Besaran yang Didapat

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 16 Agu 2022 14:45 WIB
Pembagian Kartu Jakarta Pintar (KJP) dilakukan di kawasan Matraman, Jakarta. Penyaluran KJP plus tahap kedua ini menggunakan data baru.
Ilustrasi KJP Plus. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Bantuan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus tahap I untuk jenjang SMP sampai SMA dan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) telah dicairkan sejak 12 Agustus 2022. Sementara, pencairan untuk jenjang SD telah dimulai lebih dahulu sejak 9 Agustus 2022 lalu.

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta melalui akun Instagram resmi menyatakan bahwa penerima bisa menunggu undangan pengambilan buku tabungan beserta kartu ATM.

"Jumlah penerima KJP Plus Tahap I Tahun 2022 sebanyak 849.170 peserta didik," tulis Disdik DKI melalui @disdikdki, dikutip Selasa (16/8/2022). Simak rincian bantuan dana KJP Plus selengkapnya.

Besaran KJP Plus

1. SMP/MTs

Jumlah penerima: 226.669
Total dana yang bisa dipakai: Rp 300 ribu

2. SMA/MA

Jumlah penerima: 70.763
Total dana yang bisa dipakai: Rp 420 ribu

3. SMK

Jumlah penerima: 139.363
Total dana yang bisa dipakai: Rp 450 ribu

4. PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)

Jumlah penerima: 2.516
Total dana yang bisa dipakai: Rp 300 ribu

KJP Plus Bisa Digunakan untuk Apa Saja?

Mengutip dari laman resmi Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Pemprov DKI Jakarta, dana KJP Plus dapat dimanfaatkan untuk sederet hal ini:

  • Membeli alat tulis atau perlengkapan sekolah
  • Seragam
  • Komputer atau laptop
  • Kacamata atau alat bantu pendengaran
  • Buku atau penunjang pelajaran lainnya
  • Kalkulator sains
  • Alat menyimpan data elektronik
  • Alat dan/atau bahan praktik
  • Makanan bergizi
  • Sepeda
  • Obat-obatan yang bukan termasuk zat adiktif atau alat bantu disabilitas bagi siswa yang berkebutuhan khusus
  • Kegiatan ekstrakurikuler

Sebaliknya, dana KJP Plus tidak diperbolehkan untuk mendukung beberapa kegiatan berikut ini:

  • Merokok
  • Melakukan perbuatan asusila atau pelecehan seksual
  • Menggunakan atau mengedarkan narkotika serta obat terlarang
  • Bolos minimal 4 kali dalam satu bulan
  • Terlambat tiba di sekolah secara berturut-turut atau tidak berturut-turut minimal 6 kali dalam satu bulan
  • Meminjamkan penggunaan KJP
  • Menggandakan atau menjaminkan KJP dan/atau buku tabungan bantuan biaya pendidikan untuk murid tidak mampu kepada pihak mana pun
  • Menghabiskan dana bantuan untuk pembelanjaan yang tidak secara nyata diperlukan oleh siswa yang bersangkutan
  • Meminjamkan dana melalui KJP kepada pihak mana pun
  • Melakukan kegiatan kekerasan atau bullying
  • Tawuran
  • Mengikuti aktivitas geng motor atau geng sekolah
  • Mengonsumsi minuman keras
  • Terlibat dalam kegiatan pencurian
  • Melakukan pemerasan atau penjambretan
  • Berkelahi
  • Kegiatan penipuan
  • Kegiatan sontek massal
  • Membocorkan kunci/soal ujian
  • Terlibat pornografi
  • Menyebarkan visual tak senonoh
  • Membawa alat yang membahayakan seperti sajam
  • Melakukan perbuatan yang melanggar tata tertib sekolah.

Selain melalui laman media sosial Disik DKI, penerima KJP Plus juga bisa melihat informasi di media sosial Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) Disdik DKI @upt.p4op atau JakOne Mobile di @jakone.mobile.



Simak Video "Syarat Lengkap Beasiswa Chevening untuk Kuliah S2 di Inggris Raya"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia