Kemendikbud Paparkan Standar Anak Siap Masuk SD, Banyak Ortu Masih Fokus Calistung

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 04 Agu 2022 19:00 WIB
Aktivitas belajar siswa di SD Mallengkeri I Makassar.
Ilustrasi anak SD. Foto: Aktivitas belajar siswa di SD Mallengkeri I Makassar. (Nurul Istiqamah/detikSulsel)
Jakarta -

Kemdikbudristek melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) meluruskan beberapa kesalahpahaman tentang kesiapan anak masuk Sekolah Dasar (SD).

Dirjen GTK Kemendikbudristek, Iwan Syahril mengatakan saat ini, pada faktanya masih kerap ditemui miskonsepsi tentang kesiapan anak masuk SD. Orang tua di Indonesia biasanya masih cenderung fokus pada kesiapan akademis saja.

"Orang tua menganggap bidang kurikulum seperti literasi dan numerasi atau calistung sebagai penentu utama kesiapan anak sekolah. Melupakan aspek-aspek yang lain yang juga sangat penting, faktor psikologis, kematangan anak, dan juga mengabaikan prinsip-prinsip dalam strategi pembelajaran terutama dalam konteks anak usia dini yaitu bermain," jelasnya dalam siaran Survei Kesiapan Sekolah yang digelar oleh Guru Dikdas Kemendikbudristek secara daring pada Rabu (4/8/2022).

Kesalahpahaman Soal Anak Masuk SD

Iwan menjelaskan bahwa kesiapan akademis, ada juga miskonsepsi lain yang hadir di kalangan orang tua dan pihak terkait seperti guru, yakni anak yang akan masuk SD sudah harus pintar.

Mempertegas yang dipaparkan oleh Iwan, Irma Yuliantina dari Universitas Panca Sakti menyebutkan sebetulnya aspek kesiapan anak-anak untuk masuk jenjang SD ada beberapa.

Di antaranya adalah aspek fisik, aspek kesejahteraan fisik, aspek emosi, aspek sosialisasi, aspek literasi, aspek numerasi, dan aspek keterlibatan anak dalam pembelajaran.

"Ini semua tidak ada hierarkinya, baik aspek fisik, kesejahteraan fisik, aspek sosialisasi, aspek emosi, itu sama pentingnya dengan aspek literasi dan numerasi," tegasnya dalam kesempatan yang sama.

Standar Lulusan PAUD

Sementara itu, profil lulusan PAUD juga telah tertuang dalam STPPA atau Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini melalui Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022 tentang Standar Isi pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Lantas apa saja standar lulusan PAUD menurut aturan tersebut? Simak rinciannya di bawah ini.

Standar Kompetensi Lulusan PAUD Menurut Permendikbudristek

1. Mengenal dan percaya kepada Tuhan yang Maha Esa, mengetahui ajaran pokok agama dan memperlihatkan sikap menyayangi dirinya, sesama manusia, juga alam sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa melalui sikap aktif merawat diri dan lingkungan

2. Mengetahui identitas diri, memahami kebiasaan keluarga, sekolah, juga masyarakat, serta mengetahui bahwa dia adalah bagian dari penduduk Indonesia dan tahu adanya negara lain di dunia

3. Mengenali emosi, mampu mengontrol keinginannya sebagai sikap menghormati keinginan orang lain dan bisa berinteraksi dengan teman sebaya

4. Mengenali serta menghargai kebiasaan dan aturan yang berlaku, punya rasa senang dengan belajar, menghargai usahanya sendiri dalam menjadi lebih baik, punya keinginan berusaha kembali saat belum berhasil

5. Punya daya imajinasi dan kreativitas dalam bentuk tindakan sederhana atau karya yang diciptakan dari kemampuan kognitif, afektif, seni, dan keterampilan motorik halus-kasar

6. Bisa menyebutkan alasan, pilihan, dan keputusannya, bisa memecahkan permasalahan yang sederhana, memahami hubungan sebab-akibat atas sesuatu yang dipengaruhi hukum alam

7. Bisa menyimak, punya kesadaran pesan teks, alfabetik, dan fonemik, juga punya kemampuan dasar untuk menulis, mengerti instruksi sederhana, bertanya, mengutarakan gagasan, dan menggunakan kemampuan berbahasanya untuk bekerja sama

8. Memiliki kesadaran bilangan, bisa mengukur dengan satuan tak baku, sadar dengan adanya persamaan dan perbedaan karakteristik antarobjek, dan punya kesadaran ruang dan waktu.

Aspek yang Kurang Terpenuhi Anak PAUD

Adapun temuan Kemendikbudristek soal miskonsepsi kesiapan anak masuk SD kemudian menjadi salah satu latar belakang pihak Ditjen GTK mengadakan survei kesiapan sekolah.

Melalui survei yang dilakukan kepada 79.300 anak, 15.860 guru, 16.596 kepala sekolah, 1.237 pengawas, dan 57.529 orang tua, ditemukan ada beberapa aspek yang kurang terpenuhi dalam diri anak PAUD di Indonesia yang akan beralih ke jenjang SD.

Beberapa aspek yang kurang terpenuhi itu yakni:

  • Aspek fisik (ditunjukkan dengan kurang dapat melompat berpindah tempat dengan satu kaki)
  • Aspek kesejahteraan fisik (belum mampu cuci tangan atau muka sendiri)
  • Aspek sosial (belum memperlihatkan keberanian mengeksplorasi lingkungan)
  • Aspek emosi (belum mengenal berbagai nama emosi)
  • Aspek literasi (belum bisa merespons pesan visual dari berbagai media dengan simbol verbal)
  • Aspek numerasi (belum mengenali sebab-akibat, fenomena alam dan sosial), dan
  • Aspek keterlibatan pembelajaran (belum mampu memenuhi peraturan).

Nah, menyoal kesiapan anak masuk SD, guru dan orang tua perlu memperhatikan bahwa hal ini tidak hanya melibatkan anak saja. Namun, menurut UNICEF (2022), pihak lain juga turut berperan penting, mulai dari sekolah, keluarga, dan masyarakat.



Simak Video "Diguyur Hujan Deras, Atap 2 Ruang Kelas SD di Cianjur Ambruk"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia