Sejumlah SD di Jogja Kekurangan Peserta Didik, Apa Penyebabnya?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Sabtu, 25 Jun 2022 08:00 WIB
Ilustrasi Anak Sekolah
Foto: iStock/Sasiistock/Sejumlah SD di Jogja Kekurangan Peserta Didik, Apa Penyebabnya?
Jakarta -

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Yogyakarta telah berakhir. Beberapa sekolah di Sleman, Bantul, hingga Gunungkidul diketahui mengalami kekurangan peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul Isdarmoko menyebut, ada peningkatan jumlah sekolah yang kekurangan murid setelah berakhirnya PPDB tingkat SD. Peningkatan tersebut mencapai lebih dari 20 SD di wilayah Yogyakarta.

"Yang di SD sudah banyak yang kekurangan murid, kalau SMP tidak. Karena kalau SD agak beda, saya sudah memantau beberapa sekolah ada lebih dari 20 sekolah yang kekurangan murid," ungkapnya dikutip dari detikJateng, Jumat (24/6/2022).

Isdarmoko menjelaskan, perhitungan kekurangan murid yang dimaksud adalah jumlah rombongan belajar (rombel) yang tidak memenuhi 28 murid. Bahkan sejumlah sekolah juga masih memiliki rombel dengan kurang dari 20 murid.

"Artinya kuotanya di bawah 10, seperti ada yang hanya dapat 4, 5, 6 dan 7," jelasnya.

Dua SD di Gunungkidul Tidak Punya Murid Baru

Selain di Bantul, minimnya pendaftar peserta didik baru juga terjadi di wilayah Gunungkidul. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gunungkidul mencatat, ada 21 SD yang kekurangan murid tahun ini.

Kepala Bidang SD Disdik Gunungkidul Taufik Aminudin, mengatakan, dari jumlah 21 SD tersebut, dua sekolah diantaranya tidak memiliki murid baru.

"Ada 21 sekolah yang pendaftar(-nya) kurang atau sama dengan 3 siswa. Kalau yang sama sekali tidak dapat siswa ada 2 SD, dan itu SD swasta semua," ungkapnya.

Namun, Taufik menjelaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara karena hanya mengacu pada data PPDB online tingkat SD di Kabupaten Gunungkidul. Jumlah tersebut masih bisa berubah karena masih ada pendaftaran murid baru secara offline.

Kekurangan Murid Juga Terjadi di Sleman

Tidak jauh berbeda, ada 23 SD Negeri di Kabupaten Sleman yang juga mengalami kekurangan murid setelah masa PPDB berakhir. Bahkan jumlah pendaftar di masing-masing 23 SDN itu dapat dihitung dengan jari.

Hal ini turut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Sleman, Sri Adi Marsanto saat memberikan keterangannya kepada detikcom.

"PPDB (Sleman) lancar. Untuk kuota siswa PPDB SMP tercukupi. Sementara SD memang ada yang minim pendaftar. Di bawah 10 pendaftar ada 23 SD Negeri," terangnya.

Penyebab SD Kekurangan Peserta Didik

Menurut Adi, kekurangan pendaftar di 23 SDN di Sleman bisa terjadi karena beberapa faktor, yakni:

1. Calon siswa yang di sekitar sekolah itu memang minim


2. Tingginya motivasi orang tua untuk menyekolah anaknya ke sekolah swasta

Dengan kondisi ini, Adi menyampaikan bahwa hal ini akan dievaluasi dan dikoordinasikan terkait rencana ke depan termasuk soal regrouping.

"Kuota per kelas di SD itu sekitar 28-30 kursi. Nanti kita evaluasi, kita koordinasikan dengan berbagai pihak kelanjutannya gimana. Kalau regrouping 'kan juga harus memikirkan kelas," tutur Adi.



Simak Video "Dear Pak RK, Murid SDN di Subang Belajar 'Ngampar' Tanpa Kursi dan Meja"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/rah)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia