ADVERTISEMENT

Kemenkes: Vaksinasi Pelajar Belum Capai 100 Persen

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 14 Jun 2022 22:06 WIB
Ratusan siswa SMK di Bekasi mengikuti kegiatan vaksinasi COVID-19. Program vaksinasi massal gencar dilakukan demi mencapai herd immunity.
Vaksinasi pelajar (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Program vaksinasi Covid-19 untuk pelajar dimulai sejak tahun Juli 2021 lalu. Awalnya hanya untuk anak usia 12-17 kemudian diperluas menjadi 6-11 tahun. Hanya saja hingga jelang tahun ajaran baru 2022/2023 capaiannya belum mencapai 100 persen.

Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan, Erna Mulati menuturkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 12 Juni 2022 menunjukkan terdapat 26.400.000 pelajar usia 6-11 tahun yang telah mendapatkan vaksin Covid-19.

"Capaiannya belum sampai 100 persen," ujar Erna dalam Webinar Pemulihan Layanan Pendidikan Dampak Pandemi Covid-19 via Youtube Kemendikbud RI, Selasa (14/6/2022)

Dengan persebaran terbanyak pada vaksin 1 yakni 20.811.228 atau 78,83 persen. Disusul dengan vaksin 2 dengan 17.065.245 atau 64,64 persen dan paling sedikit vaksin dosis 3 hanya 1.513 orang atau 0,01 persen.

Kemudian untuk pelajar berusia 12-17 tahun dosis pertama nyaris sempurna yaitu 99 persen dan dosis kedua 81 persen. Meski demikian, terdapat perbedaan yang signifikan pada persentase penerima vaksin di masing-masing daerah.

Presentasi penerima vaksin paling tinggi di usia 12-17 tahun berasal dari DKI Jakarta dan Yogyakarta dengan persentase 100 persen. "Tingkat kesadaran bagi mereka yang bisa divaksin baik itu anak usia 6-11 tahun dan 12-17 tahun tetap harus ditingkatkan," ujar Erna.

"Kita bisa melihat ada daerah tertentu yang capaiannya sudah 100 persen tapi daerah Papua angkanya masih 19 persen. Ini merupakan tantangan dan fokus perhatian untuk dievaluasi."

Adapun target vaksinasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) masih jauh dari target. Persentase PTK baru menginjak 55 persen yaitu 3.042.000 untuk dosis satu dan 2.017.000 untuk dosis dua. Sementara sasaran nasional 5,5 juta jiwa.

Apa Siswa Sudah Boleh Lepas Masker?

"Kita tetap menerapkan protokol kesehatan. Meskipun tidak seberat dulu (karena) banyak yang divaksinasi," ujar Erna.

Kini Kemenkes sedang menjalankan ACF atau Active Case Finding (ACF) di sekolah-sekolah. Mereka mencari kasus positif di sekolah dengan melakukan tes pada siswa dan PTK. Awalnya kasus yang ditemukan saat ACF kian banyak. Provinsi terbanyak adalah DKI Jakarta dengan sekolah terkonfirmasi positif sebanyak 5.233 sekolah.

"Tapi (lewat ACF) kita bisa merasakan manfaatnya. Semakin ke sini (kasus) memang semakin berkurang," jelas Erna.

"Proporsi jenjang pendidikan [PTM] di sini dengan yang positif ACF hampir berkorelasi," lanjutnya.

Ia menurutkan bahwa kasus positif banyak ditemukan di sekolah yang melaksanakan PTM. Hal ini yang membuat Kemenkes masih mewajibkan siswa untuk mematuhi protokol kesehatan.

"Memakai masker, jaga jarak dan membatasi mobilitas, menghindari kerumunan, mengindari makan umum bersama. Tidak kalah penting terkait vaksinasi tentu juga dilakukan," ujar Erna.



Simak Video "Kemenkes: Cacar Monyet Bukan Penyakit Menular Seksual"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia