Implementasi PAUD Holistik Integratif dalam Merdeka Bermain

Anisa Rizki - detikEdu
Selasa, 14 Jun 2022 21:45 WIB
Foodbank of Indonesia (FOI) bersama Fakultas Teknologi Pertanian UGM menggelar kegiatan di Hari Pahlawan. Kegiatan itu digelar di 3 kota Indonesia.
Ilustrasi PAUD/Foto: Istimewa/Dok. FOI
Jakarta -

Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Prof. Dr. Netti Herawati memaparkan implementasi PAUD Holistik Integratif (HI) dalam konsep Merdeka Bermain. Konsep tersebut digagas oleh Kemendikbud untuk mengembangkan potensi anak usia dini.

Dalam webinar Selasa Seru yang dilaksanakan pada Selasa (14/6), Netti menerangkan bahwa implementasi PAUD HI dalam Merdeka Bermain mengacu kepada Perpres Nomor 60 Tahun 2013 Pasal 1 Ayat 2. Bunyi perpres tersebut yakni, "Pendidikan Anak Usia Dini Holistik-Integratif adalah upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis dan integrasi."

Menurutnya, kebutuhan esensial pada anak harus meliputi 5 unsur yang tidak dapat dipisahkan. Unsur tersebut di antaranya pendidikan, pengasuhan, gizi kesehatan, perlindungan, dan kesejahteraan.

"Pemberiannya saling terintegrasi dan harus holistik, semuanya. Tidak bisa hanya salah satu. Semua harus dicakup dan terintegrasi dalam pelaksanaannya. Makanya disebut PAUD HI," jelas Netti yang akrab disapa Bundo ini.

Implementasi PAUD HI dalam Merdeka Bermain dapat dilakukan dengan indirect teaching yang berarti pembelajaran secara tidak langsung. Anak akan diajarkan berdasarkan riset dan eksplorasi yang dapat memaksimalkan kreativitas dan daya pikir kritisnya.

Bundo menjelaskan, dalam Merdeka Bermain, anak diberikan kebebasan dalam memilih ragam atau kegiatan main yang sesuai dengan pembelajaran. Menurutnya, tugas guru bukan mengajarkan tetapi memfasilitasi anak melalui kegiatan bermain dan proyek kerja yang dapat membuatnya cinta belajar.

Proyek kerja tersebut bisa dengan cara menyediakan media main yang beragam, bukan dengan menggunakan LKS (Lembar Kerja Siswa) sebagai instrumen. Bundo berpendapat, LKS memenjarakan kreativitas dan daya pikir anak dari berpikir kritis.

Merdeka Bermain ini menuntut guru dan murid untuk lebih kreatif dan eksploratif. Alat dan bahan dari media pembelajaran dapat dipilih sendiri oleh guru.

"Peran penting dari pendidikan adalah membuat mereka suka belajar, pandai belajar, dan selalu belajar. Oleh karena itulah kemudian Merdeka Bermain menjadi penting," katanya.

PAUD HI dinilai sangat tepat untuk diimplementasikan dalam konsep Merdeka Bermain. Hal ini karena sebagai payung keberhasilan untuk mengembangkan anak usia dini.



Simak Video "Penjelasan Kemdikbud soal Spesifikasi Laptop yang Disoroti Netizen"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia