Tanggapi RUU Sisdiknas, Kemdikbud: Tidak Ada Rencana Menghapus Madrasah

Fahri Zulfikar - detikEdu
Senin, 28 Mar 2022 19:30 WIB
Sejumlah santri mengikuti Parade Hari Santri Nasional 2019 di Puspemprov Banten, di Curry, Serang, Selasa (22/10/2019). Parade yang diikuti ratusan santri dari berbagai pondok pesantren dan murid madrasah itu digelar untuk memotivasi santri agar lebih giat belajar dan lebih percaya diri. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/foc.
Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/Tanggapi RUU Sisdiknas, Kemdikbud: Tidak Ada Rencana Menghapus Madrasah
Jakarta -

Draf Rancangan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) tengah menjadi perbincangan lantaran diksi atau penyebutan jenjang madrasah menghilang atau dihapus.

Sejumlah pakar pendidikan seperti Ketua Himpunan Sekolah dan Madrasah Islam Nusantara (Hisminu), Arifin Junaidi turut menyoroti hal tersebut.

Menurutnya, alih-alih memperkuat integrasi sekolah dan madrasah, draf RUU Sisdiknas malah menghapus penyebutan madrasah.

Selain itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti juga mengkhawatirkan jika madrasah tidak masuk draft RUU Sisdiknas bakal menimbulkan berbagai masalah baru.

Masalah yang dimaksud di antaranya dikotomi sistem pendidikan nasional, kesenjangan mutu pendidikan, hingga masalah disintegrasi bangsa.

Apakah Kemdikbud Punya Rencana Menghapus Madrasah?

Menanggapi polemik ini, Kepala BSKAP (Badan Standar, Kurikulum & Asesmen Pendidikan) Kemdikbud RI, Anindito Aditomo, kemudian mengatakan bahwa penyebutan madrasah akan muncul dalam penjelasan.

"Dalam revisi RUU Sisdiknas, semua nomenklatur bentuk satuan pendidikan seperti sekolah dan madrasah akan muncul dalam penjelasan," ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikEdu, Senin (28/3/2022).

Anindito menerangkan bahwa draf RUU Sisdiknas sebelumnya memang tidak menyebut nomenklatur bentuk satuan pendidikan, seperti SD dan MI, SMP dan MTS, atau SMA, SMK, dan MA.

Hal itu dilakukan agar penamaan bentuk satuan pendidikan tidak diikat di tingkat UU sehingga lebih fleksibel dan dinamis.

"Tidak ada keinginan ataupun rencana untuk menghapus sekolah atau madrasah atau bentuk-bentuk satuan pendidikan lain dari sistem pendidikan nasional," tegasnya.

Masih Revisi Draft Awal

Anindito juga menjelaskan, penyusunan RUU Sisdiknas ini dilaksanakan dengan prinsip terbuka terhadap masukan dan tidak dilaksanakan dengan terburu-buru.

"Perkembangan RUU Sisdiknas sekarang masih dalam revisi draf awal," terangnya.

Anindito menyebutkan bahwa perkembangan revisi draft awal ini berdasarkan masukan dari para ahli dan berbagai pemangku kepentingan, sekaligus pembahasan dalam panitia antar-kementerian.

Sementara itu, dalam aturan UU lama yakni UU Sisdiknas tahun 2003, madrasah telah diatur sebagai salah satu bentuk Pendidikan Dasar, tercantum dalam Pasal 17 ayat (2).

Pasal 17 ayat (2) berbunyi "Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs) atau bentuk lain yang sederajat".

Kemudian dalam draf RUU Sisdiknas yang ramai dibahas sekarang ini, hanya mengatur tentang Pendidikan Keagamaan dalam pasal 32 dan sama sekali tak menyebut kata madrasah.

Pasal 32 dalam Draf RUU Sisdiknas berbunyi "Pendidikan Keagamaan merupakan Pendidikan yang mempersiapkan pelajar untuk menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang menjadi landasan untuk menjadi ahli ilmu agama atau peranan lain yang memerlukan penguasaan ajaran agama".



Simak Video "Mensesneg Klarifikasi soal 'Jokowi Tak Tahu Proses RUU Sisdiknas'"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia