Kurikulum Prototipe Dikritik, Kemendikbud: Uji Publik Sudah Dilakukan

Novia Aisyah - detikEdu
Sabtu, 29 Jan 2022 13:00 WIB
Sejumlah siswa-siswa mengikuti ulangan harian saat uji coba pembelajaran sekolah tatap muka di kawasan SMA Swasta Yappenda, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (30/8).
Ilustrasi penerapan kurikulum prototipe. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdristek) menyatakan kurikulum prototipe yang sedang diujicoba pada ribuan sekolah penggerak telah melalui uji publik yang memadai.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Anindito Aditomo pun membantah kritik Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) yang menyebut kurikulum tersebut tak melalui uji publik.

"Uji publik sudah dilakukan beberapa kali, Pak Heru dari FSGI juga hadir," tegas pria dengan sapaan Nino tersebut pada wartawan, Jumat (28/01/2022).

Dirinya menyebut, saat ini kurikulum prototipe masih dalam tahap uji coba. Oleh sebabnya, pihak Kemendikbudristek masih menerima masukan dari publik, utamanya dari sekolah dan guru yang melakukan uji coba.

Sebelumnya, FSGI melayangkan kritik atas penerapan kurikulum prototipe. Salah satu poin yang disorot adalah ketiadaan uji publik yang memadai dan transparansi di dalam penerapan kurikulum prototipe.

"Selayaknya sebuah kebijakan strategis yang berdampak luas harus memiliki naskah akademik yang komprehensif. Berdasar pada kajian yang terpublikasi dengan baik dan diikuti adanya uji publik," ujar FSGI dalam rilis yang diterima detikedu, Jumat (28/01/2022).

FSGI menduga kurikulum prototipe ini dipahami serta dibuat oleh komunitas tertentu untuk diterapkan dalam komunitas tertentu yang disebut 'penggerak', dan disertai perlakuan khusus.

FSGI juga mengatakan anggaran kurikulum prototipe sangat besar.

"FSGI mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi penggunaan anggaran kurikulum prototipe yang mencapai hampir Rp 3 T," ucap Wakil Sekjen FSGI, Mansur.

Pihak FSGI menyebut anggaran uji coba kurikulum prototipe jauh lebih besar ketimbang uji coba kurikulum 2013.

"Berdasarkan data, saat ini sebanyak 2.500 Sekolah Penggerak (SP) dan 18.800 Guru Penggerak (GP) untuk uji coba kurikulum prototipe tahun 2021 telah menghabiskan dana 2,86 T. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan anggaran uji coba kurikulum 2013, yaitu Rp 1.46 T untuk 6.326 sekolah dan pelatihan guru secara besar-besaran," terang FSGI.

Terkait jumlah anggaran yang disebutkan FSGI, Kepala BSKAP Nino mempertanyakan sumber data angka tersebut. "Tapi angka 3 triliun itu dari mana?" ujar Nino.



Simak Video "Sakit Hati Gaji Tak Dibayar, Eks Guru Honorer di Garut Bakar Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia