DITPSD: Merdeka Belajar Jadi Ruang Inovasi Pendidikan di Sekolah Dasar

Kristina - detikEdu
Senin, 25 Okt 2021 11:21 WIB
Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Pendidikan Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Eko Warisdiono.
Foto: Tangkapan layar YoutTube Ditpsd TV
Jakarta - Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Pendidikan Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Eko Warisdiono mengatakan, kebijakan Merdeka Belajar merupakan upaya untuk memberikan ruang bagi sekolah dasar dalam berinovasi. Pengembangan ini dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

"Kebijakan kementerian berkaitan dengan Merdeka Belajar ini adalah bagian dari ikhtiar kita untuk memberi ruang dan memberikan kesempatan untuk semua yang berkaitan dengan pendidikan di sekolah dasar untuk melakukan inovasi pengembangan," ungkap Eko dalam acara Ngobrol Pintar Bareng #SahabatSD secara daring, Senin (25/10/2021).

Menurutnya, diperlukan adanya kolaborasi dari berbagai pihak, baik Kemendikbudristek dan juga Dinas Pendidikan di masing-masing wilayah untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar. Para stakeholders diharapkan mampu beradaptasi dengan kondisi zaman yang dinamis.

"Tujuan agar kita secara pasti bisa mengadaptasi kondisi-kondisi zaman yang sekarang ini terus dan begitu cepat berada di sisi kita, di depan kita, untuk kita senantiasa harus mengikuti," ucapnya.

Eko menambahkan, program Merdeka Belajar menjadi kebijakan yang fundamental di lingkungan sekolah dasar. Pada pelaksanaannya, konsep kebhinekaan turut diterapkan dalam mewujudkan program tersebut. Hal ini dapat dilihat melalui keberagaman cara yang dilakukan oleh masing-masing sekolah.

"Merdeka Belajar inilah salah satu kebijakan yang sangat fundamental dalam rangka untuk kita semua dengan kondisi yang berbeda dengan tujuan yang sama tetapi dengan cara dan gaya yang berbeda-beda. Inilah kebhinekaan dalam rangka kita mencapai suatu tujuan yang sama," lanjut Eko.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah, Suwarno Muriyat, memaknai program Merdeka Belajar sebagai tantangan bagi guru untuk berinovasi dan berkreativitas dalam memberikan pendidikan terbaik bagi para peserta didik.

Menurutnya, koordinasi, kolaborasi, dan konsistensi adalah kunci untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila melalui program Merdeka Belajar.

"Yang pertama adalah koordinasi, koordinasi kepada semua pihak. Yang kedua adalah kolaborasi, kolaborasi kepada semua komponen, dan yang ketiga adalah konsistensi," ucap Suwarno.

Program Merdeka Belajar, kata Suwarno, dapat membantu upaya peningkatan mutu pendidikan terutama bagi sekolah dengan akreditasi rendah. Kehadiran sumber daya manusia dalam berbagai program Merdeka Belajar dapat membantu digitalisasi sistem pembelajaran.

Salah satu program yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas adalah program Pendidikan Hebat Kapuas Cerdas. Kata "cerdas" merupakan singkatan dari Cendekia, Energik, Religius, Dedikasi, Adiluhung, dan Sejahtera. Program ini telah dilaksanakan dalam dua tahun terakhir.

"Filosofinya program Pendidikan Hebat Kapuas Cerdas ini kita tahu bahwa orang-orang hebat itu berasal dari pendidikan, orang-orang yang mempunyai pendidikan yang bagus. Nah, tetapi pendidikan yang bagus yang seperti apa karakternya? Yaitu cerdas," ucapnya.

Simak Video "Penjelasan Kemdikbud soal Spesifikasi Laptop yang Disoroti Netizen"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia