Nadiem Makarim: Anggaran MBKM Naik 3 Kali Lipat Tahun Depan

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 21 Okt 2021 13:50 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (kiri) menerima laporan Panitia Kerja (Panja) Pembelajaran Jarak Jauh dari Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti (kanan) saat rapat kerja di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Rapat kerja tersebut  membahas tentang laporan keuangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 2019, proses hibah hak paten merdeka belajar serta kebijakan sekolah yang berada dalam zona hijau COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz
Mendikbudristek Nadiem Makarim. Foto: ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI
Jakarta - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan, sebanyak 50 ribu mahasiswa menjalani program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) resmi dari Kemendikbudristek pada penyelenggaraan semester ini.

Nadiem menambahkan, Kemendikbudristek ke depan menargetkan 150 ribu mahasiswa peserta MBKM di semester 3 penyelenggaraan.

"Mungkin terlihat kecil dari angka, tetapi ini luar biasa untuk ronde pertama. Ke depan, ronde ketiga, ditargetkan 150 ribu mahasiswa berpartisipasi. Jadi saya ingin mahasiswa berlomba ikut ini (MBKM)," kata Nadiem dalam Dialog Merdeka Belajar di kanal YouTube Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Kamis (21/10/2021).

Nadiem mengatakan, anggaran program MBKM turun diperbesar tiga kali lipat penyelenggaraan awal. "Lalu anggaran dan program, tahun depan tiga kali lipat besarnya," kata Nadiem.

Dana MBKM tersebut, kata Nadiem, salah satunya yang terbesar yakni untuk mengakomodasi uang saku mahasiswa.

"Saya sedikit tergelitik soal kita (Kemedikbudristek dibilang) tidak ada insentif dan bimbingan mahasiswa. Di sini ada 2,5-2,8 juta per mahasiswa, ini kita sebut biar tidak hanya anak-anak yang mampu (secara finansial) yang ikut. Kita mikir gimana mahasiswa bisa maka (sambil menjalani MBKM), kita mikir dari perspektif mahasiswa," ucap Nadiem.

"Di Lombok, mahasiswa masuk ke Jakarta karena ada uang sakunya (dari MBKM). Pikirin sistem, akses kita equalize, ini mahal di uang saku, bukan biaya program," sambungnya.

Dirjen Dikti Kemendikbudristek Nizam mengatakan, mahasiswa yang lulus program MBKM juga dapat menggunakan sertifikatnya sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Dokumen suplemen ini, kata Prof. Nizam, membantu lulusan perguruan tinggi masuk ke industri, baik yang mengambil MBKM di program sebidang, luar bidang, dan ke luar negeri.

Ia menambahkan, di samping mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, MBKM juga mendukung penilaian akreditasi kampus.

"Seperti di Unair (Universitas Airlangga, mahasiswa) ikut lomba di internasional, effort luar biasa berlomba di Jepang, di Australia, sebagai bagian dari MBKM. Maka potesi adik-adik mahasiswa berkembang sebagai kompetensi yang dibangun. Dan saya pastikan kampus dengan MBKM (baik) pada penilaian akreditasinya," kata Nizam.

Simak Video "Penjelasan Kemdikbud soal Spesifikasi Laptop yang Disoroti Netizen"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia