Kemendikbudristek: Hasil Asesmen Nasional Tidak Akan Dipublikasikan

Kristina - detikEdu
Kamis, 02 Sep 2021 20:00 WIB
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek, Anindito Aditomo dalam Merdeka Belajar Episode 5, Kamis (2/9/2021).
Foto: dok. tangkapan layar
Jakarta -

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menegaskan bahwa hasil Asesmen Nasional tidak akan dipublikasikan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari tekanan sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, dalam Silaturahmi Merdeka Belajar Episode 5 dengan tema "Asesmen Nasional, Paradigma Baru Evaluasi Pendidikan Nasional", Kamis (2/9/2021).

"Supaya tidak ada tekanan sosial kita tidak akan mempublikasikan hasil asesmen," tegas Anindito.

Hasil Asesmen Nasional hanya dapat diakses oleh satuan pendidikan yang bersangkutan. Adapun, hasil asesmen akan digunakan sebagai pengembangan sistem pembelajaran.

"Hasil Asesmen Nasional nanti akan kami kembalikan dalam platform digital yang nanti diberi nama raport pendidikan. Ini nanti diberikan kepada masing-masing kepala sekolah," terangnya.



Anindito menegaskan, Asesmen Nasional yang rencananya dilakukan pada September 2021 ini dilakukan untuk mengevaluasi sistem pendidikan, bukan evaluasi sebagai individu terhadap murid, guru, maupun kepala sekolah.

"Asesmen Nasional ini sangat berbeda dari Ujian Nasional. Sekarang pemerintah, pemerintah pusat tidak lagi melakukan evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik sebagai individu melainkan yang kita lakukan adalah evaluasi terhadap sistem pendidikannya," tegasnya.

Evaluasi sistem pendidikan dilakukan untuk mendorong dan memfasilitasi perbaikan dalam kualitas pembelajaran. Anindito menyampaikan, secara umum ada dua hal mendasar dalam pelaksanaan Asesmen Nasional, yakni untuk memetakan sistem pendidikan dan memberikan umpan balik.

"Pertama dia memetakan, kita akan mendapatkan peta kualitas di seluruh indonesia dan yang kedua memberikan umpan balik kepada sekolah, kepada madrasah, dan pemda. Jadi fungsinya dua ini," paparnya.

Pihak Kemendikbudristek juga menyampaikan, Asesmen Nasional merupakan salah satu strategi untuk mengatasi dampak Learning Loss yang timbul akibat pembelajaran daring selama pandemi.



Simak Video "Mendikbud Undur Asesmen Nasional Jadi September 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia