Begini Alur Sekolah Tatap Muka Terbatas Perdana di SMAN 65 Jakarta

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 30 Agu 2021 13:00 WIB
Suasana Sekolah Tatap Muka terbatas di SMAN 65 Jakarta, Senin (30/8/2021).
Begini alur sekolah tatap muka perdana di SMAN 65 Jakarta. Foto: detikcom/Trisna Wulandari
Jakarta - SMAN 65 Jakarta melaksanakan sekolah tatap muka perdana di masa pandemi, Senin (30/8/2021). Para siswa tampak sudah datang sejak 06.30 WIB di sekolah dengan mengenakan masker dua lapis, beberapa juga memakai face shield.

Para siswa kelas 12 SMAN 65 Jakarta tersebut mengantre sambil menjaga jarak untuk dicek suhu dan dicek kelengkapan dokumen sebelum diperkenankan masuk gedung sekolah. Dokumen yang perlu dibawa siswa yaitu surat pernyataan kesediaan orang tua memberi izin anak untuk mengikuti sekolah tatap muka.

Siswa-siswa tersebut lalu masuk ke kelas masing-masing yang berada di 8 ruang kelas di 4 lantai sekolah menggunakan tangga khusus naik di sisi kiri gedung.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Sarana-Prasarana SMAN 65 Jakarta Muhammad Gunawan mengatakan, para siswa sebetulnya masuk pukul 07.30 WIB pada hari Senin-Kamis dan 07.00 WIB pada hari Jumat. Antusiasme masuk sekolah, kata Gunawan, membuat siswa duduk di kelas pada pukul 07.30 WIB.

"Lalu mulai dengan pembiasaan, yaitu doa, baru belajar," kata Gunawan pada detikEdu, Senin (30/8/2021).

Gunawan mengatakan, satu ruang kelas oleh satu rombongan belajar terdiri dari 50 persen siswa, atau sebanyak 18 orang dari total 38 siswa per kelas. Sebanyak 18 siswa yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) hari itu akan ikut sekolah tatap muka pekan depan dengan izin orang tua.

Ia menjelaskan, para siswa duduk di bangku yang sudah dilengkapi dengan nama dan nomor untuk mengantisipasi anak berkerumun di kursi-kursi tertentu. Jika semua anak diizinkan orang tua untuk sekolah tatap muka, kata Gunawan, maka berlaku sistem masuk 50% dengan penggunaan absen ganjil-genap.

"Kadang dari 36 siswa, tidak semuanya diizinkan (sekolah tatap muka) oleh orang tuanya. Kalau kurang atau sama dengan 18 orang dalam satu kelas yang diizinkan, maka semua siswa yang diizinkan bisa sekolah tatap muka di kelas, tidak berlaku absen ganjil genap. Jadi sifatnya fleksibel ya. Karena anak ingin belajar, jadi dipersilakan masuk (sekolah tatap muka)," jelas Gunawan.

Gunawan menjelaskan, kelas-kelas dilengkapi dengan komputer, webcam, dan mikrofon untuk guru agar dapat sekaligus mengajar siswa yang belajar dari rumah. Ia menambahkan, para siswa yang belum dapat izin sekolah tatap muka dari orang tua atau mendapat jadwal PJJ pekan ini diberi tautan Zoom atau Google Meet untuk ikut belajar.

Ia mengatakan, siswa belajar selama maksimal 35 menit x 5 atau sekitar 175 menit per satu kali pertemuan yang dilaksanakan per minggu. Kebijakan ini sesuai dengan SK Dinas Pendidikan DKI Nomor 882/2021 tentang Petunjuk Teknis Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Satuan Pendidikan di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019. SK ini diterbitkan pada 27 Agustus 2021.

Di jam istirahat, kata Gunawan, siswa diberi waktu untuk makan bekal dari rumah dan untuk peregangan.

"Diajak peregangan ya, tidak diperkenankan keluar kelas agar tidak berkerumun, tidak kumpul-kumpul. Lalu siswa makan di kelas. Kantin tutup dulu ya sementara ini, sarana olahraga juga," jelas Gunawan.

Ia mengatakan, mata pelajaran yang diutamakan dalam pelaksanaan sekolah tatap muka yakni mata pelajaran eksakta yang membutuhkan latihan dan peragaan.

"Terutama kelas 12 ya, karena 80 persen diajarkan di semester 1 ini, sisanya semester 2. Yang hafalan dan mata pelajaran lainnya nanti diusahakan setelah pembiasaan ini akan ada juga, agar siswa merasakan belajar langsung juga," kata Gunawan.

Gunawan menjelaskan, rombongan siswa kelas 12 masuk pada hari Senin, kelas 11 pada hari Rabu, dan kelas 10 pada hari Jumat. Sementara itu, hari Selasa, Kamis, dan Sabtu digunakan untuk hari disinfeksi ruangan kelas dan area sekolah.

Ia menambahkan, pada Senin-Kamis, siswa sudah harus selesai mengikuti pembelajaran tatap muka sebelum 11.15-11.30 WIB. Sementara itu, pada hari Jumat, siswa sudah harus selesai belajar sebelum pukul 11.

"Siswa yang rumahnya dekat, dianjurkan shalat di rumah. Yang rumahnya jauh, bisa shalat di sekolah dengan melaksanakan prokes. Jarak shalat juga diatur di masjid sekolah," jelas Gunawan.


Saat pulang, kata Gunawan, siswa lalu turun dari kelas masing-masing melalui tangga di sisi kanan gedung sekolah dengan menjaga jarak. Saat keluar kelas, siswa juga dapat mencuci tangan di wastafel yang disediakan depan ruang kelas.

"Dibuat tangga naik dan turun terpisah, serta dua rombongan kelas saja per lantai juga agar tidak kumpul-kumpul dulu."

Nah, itu dia suasana sekolah tatap muka terbatas di SMAN 65 Jakarta. Gimana suasana PTM terbatas di sekolah kamu, detikers?

Simak Video "Tingkah Lucu Siswa SD PTM di Parepare, Nangis-Tak Tahu Guru"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia