Pemkab Sleman Beri Bantuan Pendidikan untuk Anak Korban COVID-19

Jauh Hari Wawan S - detikEdu
Selasa, 10 Agu 2021 14:41 WIB
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo (Foto: Dokumen Pemkab Sleman)
Jakarta - Pandemi COVID-19 telah menimbulkan duka mendalam bagi anak-anak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Banyak anak yang menjadi yatim atau piatu setelah orang tuanya baik ayah atau ibunya meninggal akibat terpapar virus corona.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyebut saat ini ada ratusan anak kehilangan orang tuanya yang meninggal terpapar Corona.

"Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A2PKB) Sleman, menyebutkan jumlah anak yang menjadi yatim piatu, yatim dan piatu mencapai 113 anak," kata Kustini kepada wartawan, Selasa (10/8/2021).

Dikatakan Kustini, merujuk data Dinas Sosial Sleman dari 113 anak itu yang masuk kategori keluarga miskin atau rentan miskin mencapai 27 anak.

"Jumlah tersebut masih dimungkinkan bertambah dikarenakan penyebaran virus yang masih terjadi," ucapnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemkab Sleman segera memberikan bantuan pendidikan untuk anak-anak tersebut.

"Kita ingin pastikan anak-anak tersebut tetap dapat mengenyam bangku pendidikan. Makanya kita fasilitasi bantuan pendidikan dari mulai SD sampai SMA/SMK," ungkapnya.

Bantuan pendidikan tersebut akan diberikan oleh Dinas Sosial melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS). Keluarga anak yatim-piatu yang masih ada bisa mengajukan ke Dinas Sosial dan kemudian diverifikasi.

"Bantuan pendidikan yang bisa diperoleh untuk anak-anak tersebut maksimal Rp 5 juta setiap tahunnya. Selain bantuan pendidikan anak yatim-piatu juga akan mendapatkan bantuan sosial dari JPS juga sebesar Rp 200 ribu. Nanti bisa diregulerkan juga bantuan tersebut sesuai dengan kondisi keluarganya," terang Kustini.

Untuk itu, Kustini meminta Dinas Sosial bergerak cepat memverifikasi data anak-anak di Sleman yang menjadi yatim-piatu agar segera bisa difasilitasi.

"Pemberian bantuan pendidikan ini bukan saja menjaga akses pendidikan bagi anak. Tetapi juga menyelamatkan satu generasi di masa mendatang," pungkasnya.



Simak Video "Airlangga: Sebetulnya PPKM di Yogyakarta Sudah Level 2, Tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(sip/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia