Kemenag Siapkan Rp 399,9 Miliar, Bisa Buat Program Digitalisasi Madrasah

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 30 Jul 2021 19:55 WIB
ilustrasi laptop
Foto: thinkstock
Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan anggaran Bantuan Afirmasi Madrasah sebesar Rp 399,9 miliar. Anggaran ini rencananya diperuntukkan bagi 2.666 madrasah yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai program termasuk digitalisasi madrasah.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag M. Ali Ramdhani mengatakan, Bantuan Afirmasi Madrasah diimplementasikan melalui Program Realizing Education's Promise - Madrasah Education Quality Reform.

"Tahun ini kita siapkan Bantuan Afirmasi Madrasah untuk 2.666 madrasah, masing-masing mendapat Rp 150 juta. Totalnya mencapai Rp 399,9 miliar," kata Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani di Jakarta dalam keterangan tertulis, Jumat (30/7/2021).

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag M. Isom Yusqi mengatakan, Bantuan Afirmasi Madrasah di antaranya dapat dipergunakan untuk menguatkan pelaksanaan digitalisasi madrasah.

Isom mengatakan, Bantuan Afirmasi Madrasah juga dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas sanitasi dan kebutuhan program lain yang mendukung mutu pembelajaran di madrasah.

"Juknis penyaluran bantuan sudah selesai. Insyaallah mulai September, bantuan akan mulai didistribusikan," kata Isom.

Dhani mengatakan, Bantuan Afirmasi Madrasah akan diberikan dalam bentuk uang tunai. Ia menambahkan, pemanfaatannya harus didasarkan pada kebutuhan mendesak madrasah yang dirumuskan berdasarkan hasil Evaluasi Diri Madrasah (EDM) serta sesuai juknis yang ditetapkan.

Ia menjelaskan, Bantuan Afirmasi Madrasah diberikan kepada madrasah yang sudah menerapkan sistem Evaluasi Diri Madrasah (EDM) dan sistem e-RKAM (Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah berbasis Elektronik). Ia mengatakan, sistem EDM dan sistem e-RKAM sebelumnya sudah disosialisasikan termasuk melalui pelatihan pada 2020 dan mulai diterapkan mulai tahun ini.

Isom mengakui, pemberian Bantuan Afirmasi Madrasah belum bisa menyasar seluruh madrasah. Menurut Isom, hal ini disebabkan keterbatasan anggaran Kementerian Agama.

"Kami berharap pemerintah daerah juga bisa mengalokasikan Dana Alokasi Khusus-nya (DAK) untuk membantu siswa-siswa madrasah yang juga merupakan putera-puteri daerah. Kami telah menerapkan sistem e-RKAM sebagai platform e-planning dan e-budgeting madrasah, sehingga akuntabilitas pelaporan bantuan dapat dijamin," kata Isom.

Isom mengatakan, program digitalisasi madrasah sebelumnya telah dilakukan sejak 2019 sebelum pandemi. Ia memaparkan, sejumlah program digitalisasi madrasah yang dilakukan di antaranya yaitu merevisi juknis realisasi pemanfaatan dana BOS sehingga bisa digunakan untuk menunjang sistem pembelajaran online.

Ia menambahkan, upaya digitalisasi madrasah lainnya yaitu memberikan bantuan pengadaan server dan jaringan komputer untuk Computer Based-Test (CBT) di semua jenjang, termasuk Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Ibtidaiyyah (MI).

"Anggaran untuk bantuan ini memang tidak banyak, sangat terbatas. Tahun ini kuota penerima bantuan ini sebanyak 200 Madrasah Aliyah, 250 Madrasah Tsanawiyah, dan 100 Madrasah Ibtidaiyah," kata Isom.

Dikutip dari keterangan tertulis, Kemenag sebelumnya juga memberikan bantuan pembangunan Madrasah Negeri melalui dana SBSN (Surat Berharga Sukuk Nasional). Bantuan tersebut di antaranya dimanfaatkan untuk menunjang implementasi kelas digital. Bantuan pembangunan madrasah negeri melalui SBSN masih berlangsung hingga tahun ini.

Sejumlah program percepatan digitalisasi madrasah Kemenag yakni sebagai berikut:


1. Program buku digital madrasah

Program ini memungkinkan siswa mengunduh dan membaca buku secara gratis melalui laman https://madrasah2.kemenag.go.id/buku/ .


2. E-learning madrasah

Platform e-learning madrasah merupakan platform pembelajaran online untuk madrasah yang dibuat oleh siswa madrasah. Saat ini, platform e-learning madrasah sedang dikembangkan melalui kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi.


3. Bantuan perangkat lunak dan penyimpanan

Bantuan perangkat lunak madrasah dilaksanakan melalui kerjasama dengan Google for Education untuk menyediakan Google Classroom, Google Meet, memberikan unlimited storage untuk guru dan siswa madrasah, dan lain-lain.


4. Bantuan Kuota Terjangkau

Bantuan ini berupa kuota internet murah untuk guru, siswa dan karyawan madrasah. Bantuan ini merupakan kerjasama Kemenag dengan provider Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo, dan Tri.


5. Akses gratis platform pembelajaran dragonlearn.org

Platform pembelajaran online dragonlearn.org merupakan platform pembelajaran online untuk madrasah hasil kerjasama Kemenag dengan kedutaan Rusia. Platform pembelajaran ini dapat diakses di https://dragonlearn.org/.


6. Akses gratis platform pembelajaran Alef Education

Akses gratis platform Alef Education selama 6 bulan sampai Desember 2021 merupakan kerjasama Kementerian Agama dan Alef Education UEA. Platform pembelajaran Alef dapat diakses di https://idn.alefed.com .


7. Penguatan Jaringan Listrik dan Internet untuk daerah 3T

Program BAKTI untuk penguatan jaringan listrik dan internet di daerah 3T ini dilaksanakan Kemenag melalui kerjasama dengan PLN dan Kominfo.


8. Layanan PPDB online

Layanan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online untuk semua madrasah di seluruh Indonesia.


9. Donasi Smartphone

Menggagas Gerakan Madrasah Mandiri Berprestasi untuk menggalang Donasi Smartphone bekas layak pakai untuk siswa yang tidak memiliki perangkat pembelajaran.


Gimana detikers, apa digitalisasi madrasah oleh Kemenag yang kamu rasakan di daerahmu?

Simak Video "Korupsi Proyek Lab MTs, Eks Pejabat Kemenag Divonis 1,5 Tahun Bui"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia