Nadiem Makarim: 190 Ribu Laptop Senilai Rp 1,3 T Disalurkan ke 12 Ribu Sekolah

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 22 Jul 2021 19:45 WIB
Nadiem Makarim bicara kontroversi kamus sejarah
Foto: Instagram Nadiem Makarim/Nadiem Makarim: 190 Ribu Laptop Senilai Rp 1,3 T Disalurkan ke 12 Ribu Sekolah
Jakarta - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan, program digitalisasi sekolah 2021 salah satunya yakni pengadaan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Nadiem mengatakan, program digitalisasi PAUD hingga SMA pada 2021 telah mengirimkan 190.000 laptop ke 12.000 ribu sekolah dengan anggaran Rp1,3 triliun.

"100% anggaran tersebut dibelanjakan untuk laptop PDN dengan sertifikat TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri)," kata Nadiem dalam jumpa pers, Kamis (22/7/2021).

Nadiem mengatakan, peningkatan penggunaan produk teknologi seperti laptop beserta router dan proyektor di sekolah mendukung tujuan peningkatan kualitas pendidikan.

"Pengadaan ini memungkinkan guru mengakses materi yang lebih variatif, dan murid lebih berpartisipasi dengan pendidikan yang lebih dinamis. Dengan begitu, alat TIK mendukung sekolah memperkaya proses pembelajaran," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah juga mengalokasikan Rp2,4 triliun untuk dana alokasi khusus (DAK) pendidikan tahun 2021 di tingkat provinsi, kabupaten/kota untuk pembelian 240.000 laptop.

"Dan kami akan terus melakukan pembelanjaan PDN di tahun berikutnya. Selain itu, pemerintah mengalokasikan Rp2,4 triliun untuk dana alokasi khusus pendidikan tahun 2021 di tingkat provinsi, kabupaten/kota untuk pembelian 240.000 laptop," jelasnya.

Nadiem mengatakan, untuk itu, perlu komitmen pemda dan dinas pendidikan di daerah untuk belanja PDN di bidang pendidikan. Ia menjelaskan, pembelanjaan laptop dan produk TIK PDN dapat dilakukan sekolah lewat e-commerce SIPLAH. Sementara itu, pengawasan pembelanjaan laptop sekolah ini akan dilihat dari laporan penggunaan dana BOS.

Terkait produksinya, lanjut Nadiem, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) juga membentuk konsorsium dalam mengembangkan laptop dalam negeri tersebut. Konsorsium ini bekerjasama dengan industri TIK dalam produksi tablet dan laptop 'Merah Putih' untuk sekolah tersebut.

Ia menambahkan, sebanyak 400 SMK dan Politeknik turut dilibatkan dalam perakitan dan after sales produk dalam negeri (PDN) TIK bermerek Dikti Edu tersebut.

Menurutnya, kerjasama tersebut tidak hanya untuk penggunaan anggaran pembelanjaan PDN. Tetapi, kebijakan yang terbentuk juga memastikan sekolah dan perguruan tinggi bisa terlibat dalam proses modernisasi industri teknologi.

"Pemanfaatan PDN ini memberi dampak luar biasa bagi kemajuan kita. Peningkatan hilirisasi dari riset perguruan tinggi dan produk SMK jadi prioritas kami untuk peningkatan SDM Indonesia," kata Nadiem dalam jumpa pers virtual, Kamis (22/7/2021).

Gimana detikers, kayak gimana ya hasil laptop kolaborasi sekolah, perguruan tinggi, dan industri dalam negeri ini?

Simak Video "Klarifikasi Kemdikbud soal Laptop: Harganya Bukan Rp 10 Juta per Unit!"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia