Kemdikbudristek: Pemberian Nilai Disesuaikan Target Capaian Anak Didik

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 29 Jun 2021 07:00 WIB
Suasana sekolah yang sepi di kawasan SDN Rawa Badak Utara 01 Pagi dan SMPN 277, Jakarta Utara, Rabu (24/2).
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Jumeri menyatakan orang tua tak perlu merisaukan cara pemberian nilai murid saat pembelajaran di masa pandemi. Guru akan memberi penilaian berdasarkan beban materi yang telah dipelajari para siswa.

"Saat ini tidak ada lagi ujian. Sekarang yang menilai dan mengevaluasi adalah guru masing-masing siswa. Jadi orang tua tidak perlu takut anaknya tidak mendapatkan nilai yang sesuai," ujar Jumeri acara bertajuk Mengejar Prestasi di Tengah Pandemi yang digelar secara daring, Senin (28/06/2021).

"Karena bapak dan ibu guru harus memberikan nilai sesuai dengan target capaian anak didik. Targetnya ditentukan oleh masing-masing guru susuai dengan kecepatan materi pada setiap kelas atau satuan pendidikan."

Lebih lanjut Jumeri memaparkan pembelajaran selama pandemi memiliki fokus pada pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar yang esensial. Kompetensi tersebut misalnya literasi, numerasi, dan kemampuan pokok yang menunjang kehidupan para murid.

Jumeri juga mengatakan bahwa pembelajaran pandemi juga mengajarkan siswa tentang kesadaran yakni tentang pentingnya kesehatan dan kejujuran, serta kedisiplinan dan menghormati orang tua.

Perihal kekhawatiran orang tua terhadap nasib nilai anak bukanlah hal yang tak beralasan terlihat dari respon kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh KPAI tentang pelaksanaan PJJ sebanyak 76,7 % siswa merasa tidak senang dan 23,3 % merasa senang.

Hal tersebut bisa jadi disebabkan oleh ragam materi yang diberikan terlalu berat. Bahkan menurut survei KPAI, 73,2 % siswa merasa tugasnya berat sementara 26,8% lainnya mengatakan tidak.

Untuk mengetahui hasil pembelajaran siswa selama PJJ atau selama periode pandemi ini, Kemdikbudristek pun menjelaskan bahwa hal itu akan dilakukan melalui Asesmen Nasional.

"Asesmen Nasional akan diselenggarakan untuk melakukan survei terhadap penguasaan literasi dan numerasi anak-anak kita serta survei karakter dan lingkungan belajar," papar Jumeri.

Khusus lingkungan belajar, Jumeri menambahkan bahwa yang mengisi survei nantinya adalah siswa, bapak ibu guru, dan kepala sekolah terkait. Hal itu bertujuan untuk memperbaiki pelayanan pendidikan Kemdikbud.

"Mudah-mudahan dengan adanya Asesmen Nasional ini, Kemdikbud dapat melakukan langkah-langkah terbaik untuk perbaikan pelayanan pendidikan pada anak-anak agar menghasilkan sumber daya manusia yang lebih unggul," jelasnya.



Simak Video "Satu Hal Mendasar yang Disorot Eks Mendikbud Nuh soal PTM"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia