Ganjar Minta Penundaan PTM, Gibran: Anak-anak Sudah Antusias

Ari Purnomo - detikEdu
Sabtu, 26 Jun 2021 14:00 WIB
Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo
Foto: Ari Purnomo/detikcom
Solo - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka masih menunggu instruksi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tentang rencana kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) yang direncanakan dimulai Juli mendatang. Sampai saat ini, orang nomor satu di Kota Solo itu masih optimistis PTM bisa digelar Juli meskipun terjadi lonjakan kasus COVID-19.

"Kalau instruksinya tidak boleh ya kita tunda dulu. Tapi yang jelas anak-anaknya sudah antusias dan guru-gurunya juga sudah divaksin semua, kami siap kok," kata Gibran kepada wartawan di Balaikota Solo, Sabtu (26/6/2021).

Jika memang nantinya instruksi tidak memperbolehkan adanya tatap muka, maka PTM akan ditunda dulu. Menurutnya, anak-anak sampai saat ini masih sangat antusias menyambut diadakannya PTM.

"Pokoknya kita tunggu instruksi Pak Ganjar dulu dan dari Menteri Kesehatan," ucap Gibran.

Untuk memastikan rencana tersebut, suami Selvi Ananda itu akan mempertimbangkan kondisi kasus COVID-19 dalam beberapa minggu ke depan. Jika memang kondisinya tidak memungkinkan, bisa saja PTM akan ditunda.

"Semoga bisa sesuai schedule, semoga dalam beberapa minggu ke depan ada angka penurunan COVID," urainya.

Gibran tidak menampik, jika anak-anak cukup rentan terpapar virus Corona seperti yang dikhawatirkan oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

Maka dari itu, menunggu menurunnya kasus COVID-19 menjadi salah satu langkah sebelum memastikan perlu tidaknya dilakukan PTM.

"Iya itu (anak-anak) yang terpapar, kita masih menunggu instruksi dari pusat, Pak Ganjar juga. Kalau misalnya belum boleh ya dengan terpaksa harus daring dulu tidak masalah," tutur Gibran.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ganjar meminta agar PTM ditunda terlebih dahulu menyusul meningkatkan kasus COVID-19. Terlebih, banyak anak-anak yang terpapar virus Corona.

Sedangkan Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), FAAP, mengungkapkan kasus kematian anak akibat COVID-19 di Indonesia paling banyak di dunia.

"Data IDAI menunjukkan case fatality rate (kematian) itu adalah 3-5 persen. Jadi, kita ini (jumlah) kematian yang paling banyak di dunia," kata Dr Aman dalam konferensi pers, Jumat (18/6/2021) lalu.

"Jadi bisa dibayangkan, 1 dari 8 kasus itu anak dan meninggal 3-5 persen," ucapnya.



Simak Video "Pergoki Guru Tak Pakai Masker, Gibran Rakabuming Hentikan PTM"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia