Program Merdeka Belajar, Kihajar Targetkan 70 Ribu Peserta Tahun 2021

Anastasia Anjani - detikEdu
Kamis, 20 Mei 2021 19:00 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (kiri) menerima laporan Panitia Kerja (Panja) Pembelajaran Jarak Jauh dari Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti (kanan) saat rapat kerja di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Rapat kerja tersebut  membahas tentang laporan keuangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 2019, proses hibah hak paten merdeka belajar serta kebijakan sekolah yang berada dalam zona hijau COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz
Foto: ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI
Jakarta - Program Merdeka Belajar Kita Harus Belajar (Kihajar) tahun 2021 bertemakan Mewujudkan Indonesia Belajar. Pada tahun ini Plt. Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Muhammad Hasan Chabibie mengharapkan adanya kenaikan peserta.

"Pada tahun 2020 lebih dari 65.000 pendaftar Kihajar, diharapkan 70.000 tahun ini," ujar Hasan dalam acara Peluncuran Kihajar 2021 di Youtube Kemendikbud RI, Kamis (20/5). Senada dengan hal tersebut Jumeri selaku Dirjen Paud Dikdasmen Kemendikbudristek juga menyampaikan hal yang serupa.

"Kalau tahun lalu mencapai 65 ribu itu capaian yang luar biasa ditengah pandemi COVID yang terus mendera. Kita ajak dan gerakan anak-anak kita, kita daftarkan, dan beri motivasi agar mau mendaftar kegiatan ki hajar 2021," ujar Jumeri.

Lebih lanjut Mendikbudristek, Nadiem Makariem menyampaikan bahwa program merdeka belajar Kihajar mengharapkan adanya digitalisasi sekolah agar dapat meningkatkan prestasi dalam teknologi.

"Tugas kita sekarang adalah bersama-sama mewujudkannya. Dengan teknologi sekarang kita semestinya semakin kreatif, kritis, karena membuka banyak peluang dan kesempatan yang terbuka," papar Nadiem.

Kihajar 2021 hadir dengan 3 program yang terbuka bagi pelajar di seluruh jenjang hingga para guru di seluruh Indonesia. Kihajar STEM wadah eksplorasi bagi siswa melalui pendayagunaan TIK berbasis science, technology, engineering, mathematics.

"Melalui STEM dapat melahirkan banyak inovasi dari para siswa, termasuk teknologi di bidang kesehatan untuk penanganan pandemi COVID-19. Salah satunya sensor hand sanitizer tanpa sentuh atau Sehat dari siswi SMAN 1 Godean," terang Nadiem.

Kihajar eksplorer adalah permainan berhadiah yang memanfaatkan media sosial rumah belajar, tv edukasi, dan suara edukasi.

Ki hajar TIK talks adalah program webinar bagi guru untuk meningkatkan kompetensi teknologi dalam pembelajaran. Program ini membantu guru menemukan solusi atas permasalahan yang berada di berbagai daerah dengan diskusi bersama narasumber ahli.

"Saya harap para guru menyadari pentingnya memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif apalagi pendidikan melalui program merdeka belajar Kihajar," tutup Nadiem.



Simak Video "Penjelasan Kemdikbud soal Spesifikasi Laptop yang Disoroti Netizen"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia