Dirjen Pendidikan Vokasi : Kurikulum Tiap SMK Bisa Berbeda

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 04 Mei 2021 10:00 WIB
Alat pendeteksi COVID-19 GeNose telah dirakit sejak Februari kemarin. Yuk lihat proses perakitannya di Teaching Factory SMK-SMTI Yogyakarta.
Alat pendeteksi COVID-19 GeNose telah dirakit di Teaching Factory SMK-SMTI Yogyakarta. (Foto: PIUS ERLANGGA )
Jakarta - Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke depan akan beradaptasi sesuai konteks link and match di masing-masing-masing daerah.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto mengatakan dengan kurikulum yang fleksibel, konsep link and match dapat mendukung siswa pendidikan vokasi dan dunia usaha-dunia industi hingga rekrutmen.

"Jadi (kurikulum) bisa beda-beda di masing sekolah. Akan lebih fleksibel. Jadi enggak disamakan (kurikulum) yang di NTT dengan SMK di Batam atau Tangerang yang isinya industri," kata Wikan dalam penandatanganan kerjasama dengan PT Kawan Lama Sejahtera di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan (3/5).

Wikan menambahkan, adaptasi kurikulum ke depannya juga akan berlaku di perguruan tinggi. Pengajaran nantinya dapat diisi oleh pihak industri.

"Setelah ini akan kita comblangin, (baiknya) ke institut mana, ke politeknik mana, ke SMK mana, sehingga (institusi pendidikan) juga bisa 'masuk' dengan industri masif. Kami akan menyediakan ruang khusus di kurikulum SMK dan perguruan tinggi yang diisi oleh training dari industri," kata Wikan.

Wikan mengatakan, kerjasama penyelenggara pendidikan dengan dunia usaha-dunia industri diharapkan saling mengembangkan potensi institusi pendidikan dan industri.

"Kami terbuka pada kekurangan, pengembangan skill guru-guru dan dosen, sehingga mengajarkan yang dibutuhkan industri. Industri pun jadi terbuka mindsetnya, menyusun kurikulum bersama, mengajar bersama, dan menyediakan tempat magang. Ini baru yang Kawan Lama saja. Kalau makin bisa dengan yang lain, dengan BUMN dan BUMD, maka link and match terbukti bukan hanya isapan jempol saja," tutur Wikan.

Sementara Direktur PT Kawan Lama Sejahtera Albert Primusanto menuturkan, program link and match sendiri membantu mempersingkat proses rekrutmen dan training. Ia mengatakan, Kawan Lama sendiri saat ini merekrut 6.000 orang per tahun untuk semua tingkat SMK hingga pendidikan tinggi.

"Kami terbantu kalau bisa bergerak mulai dari hulunya (pendidikan), sehingga bisa punya bahasa yang sama (soal) bagaimana memilih peralatan yang benar, standar peralatan terbaik skala internasional, dan seterusnya. Ini bukan sekadar menyumbang, namun juga mendapat lulusan yang sesuai kompetensinya," kata Albert.

Albert mengatakan, didukung tenaga dan prasarana Kawan Lama Industrial Training Center, ia optimis bisa melakukan pelatihan mulai sekitar Juli-Agustus 2021.

"Dengan kerja sama seperti ini, tinggal dikaitkan dengan menawarkan kepada sekolah atau politeknik atau guru yang berminat. Dengan demikian, Juli kami sudah bergerak karena kami sudah siap dari sisi paling tidak pelatihan," kata Albert.

Albert menambahkan, Kawan Lama pun dapat menjembatani sekolah ke customer perusahaannya. Ia mencontohkan, customer bagian quality control dapat menginfokan kebutuhannya, lalu dengan sarana yang dimiliki perusahaannya, dapat mengakomodir pelatihan siswa terkait kebutuhan tersebut.

"(Kawan Lama) Bisa juga merilis produk SMK dari hasil teaching factory, atau dari jaringan distribusi. Jadi kerjasama ke depan lebih berkualitas," kata Albert.

Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Ditjen Diksi Ahmad Saufi menuturkan, kerjasama ini merupakan kelanjutan inisiasi yang dimulai pada 2020.

Ditjen Diksi Kemdikbudristek dan PT Kawan Lama Sejahtera mengadakan kerjasama antara lain penyelarasan kurikulum, peningkatan kompetensi guru dan tenaga pendidik, dan pengadaan instruktur tamu ke sekolah dalam kerangka 8+i.

Kerjasama Ditjen Diksi dan PT Kawan Lama Sejahtera sebelumnya juga mencakup penyelenggaraan kompetisi pendukungan sarana prasarana, sertifikasi guru, pengadaan program magang, rekrutmen, dan pemberian beasiswa pada peserta didik dan lulusan pendidikan vokasi.

(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia