Belajar Tatap Muka Dilaksanakan, Guru Lepas Rindu Mendidik Murid di Kelas

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 08 Apr 2021 12:44 WIB
Hari Pertama Sekolah Tatap Muka di SMKN 6 Jakarta,
Hari Pertama Belajar Tatap Muka di SMKN 6 Jakarta,(Foto: Adhyasta Dirgantara-Detikcom)
Jakarta - SMK Negeri 6 Jakarta salah satu sekolah yang melaksanakan uji coba belajar tatap muka bersama 84 sekolah lainnya se-DKI Jakarta dimulai Rabu (7/4).

Latifah Budiarsih, salah satu guru di sekolah ini tampak menemani seorang siswa yang tengah menanti dijemput orangtuanya. Mereka duduk berjauhan sesuai protokol kesehatan.

Sebagai guru di masa pandemi COVID-19, tugas Latifah memang tidak hanya mendidik. Tanggung jawabnya bertambah dengan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan yang dijalankan siswa.

Sebelum belajar tatap muka kembali dimulai, ia harus terus berkoordinasi dengan para siswa dan orangtua secara jarak jauh. "Tugas guru ketika pandemi lebih berat karena kita jauh dari siswa, di rumah masing-masing," tutur Latifah pada detikEdu, Rabu (7/4).

"Memantau siswa yang jauh dari pandangan kita lumayan sulit. Harus terus koordinasi baik dengan anak tersebut, dan pastinya orangtua anak tersebut, untuk terus mengingatkan mereka agar jaga kesehatan dan (mematuhi) aturan prokes."

Setelah satu tahun menjalani home learning, rindu mengajar tatap muka di depan kelas dirasakan Latifah. "Kangen pastinya, kangen banget. Kangen dengan tugas mendidiknya, karena mengajar dan mendidik itu berbeda," katanya.

Menurut Latifah, mengajar dapat dilakukan dari mana saja, tetapi mendidik lebih mudah dilakukan ketika anak murid ada di dekat guru. "Kita (guru) lebih mudah mendidiknya (siswa) dari segi sikap, sopan santun, dan lain-lain. Kangen banget," kata Latifah.

Suasana ramai di dalam kelas bagi Latifah membuat rindu. Suasana sekolah yang hidup, ada tegur sapa antarguru dan siswa, juga percakapan antarguru dan karyawan. "Ada kegiatan-kegiatan yang mendekatkan emosional antarguru dan siswa," tutur Latifah.

Kendati demikian, guru Teknologi Perkantoran ini berupaya aktif mengikuti aturan pemerintah. Ketika pemerintah menentukan kebijakan dari rumah, tuturnya, Latifah sebagai buru sebisa mungkin dapat melakukan kegiatan mengajar dan mendidik dari rumah.

Ketika uji coba belajar tatap muka dilaksanakan di SMKN 6 Jakarta, Latifah berusaha semaksimal mungkin menyiapkan kegiatan mengajar dan mendidik tatap muka.

Sebelum jam 6.30 WIB sudah tiba di kantor. Malam sebelumnya, ia menyiapkan bahan pembelajaran beserta perangkat, dan menginfokan para siswa bawa laptop karena akan praktik.

"Di kelas disediakan komputer, untuk yang tidak punya. Tidak diperbolehkan pinjam-meminjam laptop sesuai prokes," katanya.

Di hari pertama uji coba belajar tatap muka terbatas, Latifah menuturkan, ia mengajar 8 anak dari kuota 12 anak di kelas Otomasi dan Tata Kelola Perkantoran. Normalnya, kelas Latifah diisi 36 anak. "Empat siswa izin tidak masuk kelas," katanya.

Berangkat sekolah tatap muka , Latifah diantar sang suami ke sekolah, begitu pun ketika pulang ke rumahnya di bilangan Jakarta Selatan.

Sebelum masuk kelas dan saat keluar kelas, ia juga mencuci tangan seperti para siswa dan tenaga pendidik lain yang mengikuti kegiatan belajar tatap muka. Latifah menuturkan, cuci tangan pakai sabun dan kebiasaan mematuhi protokol kesehatan baginya kian penting karena buah hatinya masih berusia 2 tahun.

"Sesampainya di rumah, saya selalu langsung ke kamar mandi tanpa sentuh anak saya, karena saya punya anak kecil. Pastinya harus bersih-bersih dulu, baru setelah itu saya kumpul dengan keluarga saya," kata Latifah.

(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia