Evaluasi Sekolah Tatap Muka, Organisasi Guru: Banyak Pelanggaran Prokes

Puti Yasmin - detikEdu
Kamis, 08 Apr 2021 10:38 WIB
Guru memberikan pelajaran kepada murid saat uji coba belajar tatap muka di kawasan SDN 11 Pademangan Barat, Jakarta Utara, Rabu (7/4). SDN Pademangan Barat 11 memulai uji coba belajar tatap muka bagi siswa kelas V di tengah pandem COVID-19. Protokol kesehatan menjadi hal utama baik bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Foto: Pradita Utama
Jakarta - Organisasi guru yang tergabung dalam Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) melakukan evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di 16 provinsi. Dari evaluasi tersebut diketahui banyak pelanggaran protokol kesehtan (prokes) yang terjadi.

Adapun, 16 provinsi yang dimaksud adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Kemudian, ada Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, NTT, Papua, serta Papua Barat.

Pelanggaran prokes yang banyak terjadi adalah tidak melaksanakan 3M atau memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Hal ini seperti yang terjadi di Kab. Kep. Simeulue, Kab. Bogor, Kota Bekasi, Kab. Kep. Sangihe, Kab. Melawi, Kota Batam, Kota Bukittinggi, Kab. Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kab. Pandeglang, Kab. Bojonegoro, dan Kab. Situbondo.

Menurut Kabid Advokasi P2G Iman Zanatul Haeri pelanggaran prokes dilakukan oleh guru serta siswa. Misalnya, mereka memakai masker tetapi menggunakannya di dagu sehingga risiko penularan COVID-19 semakin besar.

"Contoh kasus yang banyak terjadi, guru dan siswa tidak memakai masker. Adapun memakai masker, tetapi tidak sesuai protokol kesehatan, karena hanya dipakai di dagu saja. Kemudian masih terjadi pelanggaran terhadap 3M lainnya yaitu tidak menjaga jarak. Menurut gurunya karena faktor anak-anak kangen-kangenan, akhirnya lupa," terang dia dalam siaran pers yang diterima detikEdu, Kamis (8/4/2021).

Lebih lanjut, Iman mengungkapkan bahwa pelanggaran juga terjadi di luar sekolah seperti yang terjadi di Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi. Ketika pulang berangkat dan pulang sekolah, kata Iman, siswa dan guru berkumpul, nongkrong, tidak menjaga jarak, bahkan juga tidak mengenakan masker.

"Tidak adanya kepatuhan terhadap prokes, di dalam kendaraan umum tidak ada pengaturan jaga jarak. Tentu ini berbahaya bagi kesehatan guru dan siswa," ungkap pria yang juga merupakan guru sejarah SMA ini.

Kemudian, Iman juga menyoroti soal vaksinasi guru dan tenaga kependidikan. Menurutnya, program vaksinasi belum merata dan belum mencapai target, seperti laporan dari anggota P2G di Kabupaten Kepulauan Sangihe (Sulut) vaksinasi baru untuk guru SMA/SMK, tetapi untuk guru PAUD, SD, dan SMP belum kunjung divaksinasi.

Kemudian di Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, Kota Bukittinggi, dan Kabupaten Agam (Sumbar), sebagian besar sekolah sudah mulai tatap muka. Padahal, guru dan tenaga kependidikan belum tuntas divaksinasi.

Juga belum divaksinasi adalah guru dan tenaga pendidik di sebagian besar wilayah Provinsi Aceh, kota Medan, Kota Tebing Tinggi (Sumut), guru di SMA/SMK di Kabupaten Penajam Passer Utara (Kaltim), guru SD di Kabupaten Bintan (Kepri), guru di Kota Bandung (Jabar).

Sedangkan, laporan yang diterima P2G di Kota Metro (Lampung) vaksinasi guru sedang dijadwalkan. Lain cerita dengan di Kabupaten Karawang (Jabar), guru dan tengapa pendidik sudah dijadwalkan vaksinasi tetapi batal karena vaksin habis.

"Setelah sampai di lokasi, diinfokan vaksinnya habis hingga sekarang belum dijadwalkan kembali," sambung Iman.

Imam menjelaskan, ada banyak sekolah yang sudah melaksanakan PTM sejak Februari 2021. Padahal, guru-guru di sana belum mendapatkan vaksinasi sehingga hal ini merupakan pelanggaran protokol kesehatan.

Hal ini seperti yang terjadi di Kabupaten Situbondo (Jatim), khususnya guru SMA/SMK, kemudian di Kabupaten Melawi (Kalbar), baru sebagian kecil yang divaksinasi. Di Kabupaten Klaten dan Kab Boyolali (Jateng) guru-guru mulai PAUD-SMA/SMK belum kunjung divaksinasi, termasuk guru Madrasah Kemenag.

Lambatnya proses vaksinasi ini pun membuat guru-guru merasa resah. Padahal, pemerintah sendiri telah mengeluarkan kebijakan untuk memberikan opsi belajar tatap muka pada sekolah yang guru dan tenaga pendidiknya telah melakukan vaksin demi mencegah learning loss.

"Akhirnya Guru dan Tenaga Pendidik yang belum divaksinasi merasa resah, sekolah sudah mulai uji coba tatap muka, namun mereka belum kunjung divaksinasi," ungkap Iman yang menerima laporan P2G Daerah.

Bagaimana evaluasi uji sekolah tatap muka di Jakarta? Klik selanjutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pemkab Ciamis Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Bulan Ramadhan"
[Gambas:Video 20detik]

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia