×
Ad

Usai Pengakuan Profesor Jerman, Gubes UI Ungkap Namanya Juga Dicatut

Pasti Liberti Mappapa - detikEdu
Kamis, 29 Okt 2026 20:53 WIB
Ilustrasi kampus UI Foto: Grandyos Zafna/detikFOTO
Jakarta -

Dunia akademik Indonesia kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan pencatutan nama sejumlah akademisi dalam sebuah publikasi ilmiah. Setelah profesor dari Jerman mengungkapkan namanya dicantumkan tanpa izin, kini guru besar Universitas Indonesia (UI) juga menyampaikan hal serupa.

Sebelumnya, Profesor Ines Mergel dari University of Konstanz, Jerman, mengungkapkan namanya dicantumkan dalam artikel ilmiah yang diterbitkan di Indonesia tanpa sepengetahuannya.

Guru besar bidang Administrasi Publik itu menegaskan tidak pernah terlibat dalam penulisan artikel tersebut, meskipun nama, afiliasi institusi, dan nomor ORCID miliknya tercantum secara benar. "Saya sama sekali tidak pernah mengetahui keberadaan artikel tersebut, tidak pernah menulis satu kata pun di dalamnya," ujar Mergel.

Artikel yang dipersoalkan berjudul "Kolinearitas dan Regularisasi pada Model Layanan Publik Digital: Simulasi dalam Konteks Green Government". Tulisan tersebut diterbitkan dalam Ekliptika: Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan, Vol. 7 No. 1, edisi Juli 2026, halaman 17-30.

Berdasarkan salinan artikel yang diperoleh detikEdu, nama Mergel tercantum bersama sejumlah akademisi lain. Mereka adalah Muhammad Khafid Ainul Yaqin dari Universitas Yudharta Pasuruan, Rini Rachmawati dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yudho Giri Sucahyo dari UI, serta Marijn Janssen, profesor bidang ICT dan Governance di Delft University of Technology, Belanda.

Artikel tersebut masuk ke redaksi Ekliptika pada 5 Mei 2026, direvisi pada 1 Juni 2026, dan disetujui untuk diterbitkan pada 7 Juli 2026. Email dengan nama khafid@yudharta.ac.id tercantum sebagai penulis korespondensi (corresponding author).

Guru Besar UI Akui Namanya Turut Dicatut

Kini, Yudho Giri Sucahyo juga menyatakan tidak mengetahui namanya tercantum dalam artikel tersebut. Guru besar Ilmu Komputer UI itu mengaku mengalami hal serupa dengan Mergel. "Ya, nama saya juga dicatut," ujar Yudho kepada detikEdu, Kamis (29/10/2026).

Yudho menyatakan keberatan atas pencantuman namanya tanpa sepengetahuan dan persetujuannya. Ia berencana menindaklanjuti persoalan tersebut melalui jalur resmi. "Tentu nanti saya akan menyatakan keberatan melalui jalur resmi," katanya.

Ia menegaskan agar para pengajar mengutamakan etika akademik dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi. "Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi para pihak untuk dapat mengedepankan etika akademik dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi," tuturnya.




(pal/nwk)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork