Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil menduduki posisi sebagai kampus terbaik kedua di Indonesia dalam daftar Times Higher University World University Rankings (THE WUR) 2027. Kampus yang berdiri pada 1951 itu berhasil mengungguli kampus prestisius di Yogyakarta lainnya, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam pemeringkatan tersebut yang dikeluarkan akhir September 2026 tersebut, UIN Sunan Kalijaga (UIN Suka) dan UGM sama-sama berada dalam kelompok 801-1000 dunia di bawah Universitas Indonesia (UI). UI masuk dalam klaster peringkat 651-700 dunia sekaligus menjadi kampus terbaik Indonesia versi THE WUR 2027.
Berdasarkan hasil penilaian, UIN Suka dan UGM mendapatkan skor total 36,4-40,1. Tertinggal dari UI dengan 42,4-43,3. Namun, untuk indikator "Kualitas Penelitian", UIN Suka berhasil memperlihatkan keunggulan yang mencolok dibandingkan dengan semua kampus Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kualitas penelitian UIN Suka menurut THE WUR 2027 mencapai skor 82,8. Sebagai perbandingan, UI yang menempati peringkat pertama hanya mendapatkan skor 44,7. Adapun UGM untuk indikator tesebut mencatatkan nilai 36,3. Dikutip dari metodologi penelitian yang dilakukan THE WUR, indikator "kualitas penelitian" mendapatkan bobot terbesar dengan nilai 30%.
"Secara khusus saya menyampaikan apresiasi kepada LPPM yang selama ini menjadi salah satu motor penting dalam membangun budaya riset, publikasi, dan reputasi akademik universitas," ujar Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Noorhaidi Hasan, S Ag, MA, MPhil, PhD, pada detikEdu beberapa waktu lalu.
Bagaimana skor THE World University Rankings 2027 Didapatkan?
THE WUR 2027 menggunakan lima pilar utama untuk menilai perguruan tinggi di dunia. Kelima pilar tersebut mencakup lingkungan pembelajaran, lingkungan penelitian, kualitas penelitian, pandangan internasional, serta industri.
Masing-masing indikator kemudian dinilai menggunakan standardisasi skor 0-100. Nilai pada setiap indikator selanjutnya dihitung berdasarkan bobot masing-masing untuk menghasilkan skor keseluruhan universitas.
3 besar universitas terbaik di Indonesia versi Times Higher Education World University Ranking 2027 Foto: Dok. THE WUR 2027 |
Berikut pembobotannya:
Teaching (the learning environment): 29.5%
- Teaching reputation: 15%
- Staff-to-student ratio: 4.5%
- Doctorate-to-bachelor's ratio: 2%
- Doctorates-awarded-to-academic-staff ratio: 5.5%
- Institutional income: 2.5%
Research environment: 29%
- Research reputation: 18%
- Research income: 5.5%
- Research productivity: 5.5%
Research quality: 30%
- Citation impact: 15%
- Research strength: 5%
- Research excellence: 5%
- Research influence: 5%
International outlook: 7.5%
- Proportion of international students: 2.5%
- Proportion of international staff: 2.5%
- International collaboration: 2.5%
Industry: 4%
- Industry income: 2%
- Patents: 2%
Dikutip dari laman Times Higher Education, pilar kualitas riset yang memiliki bobot tertinggi dalam pemeringkatan tersebut mengukur peran universitas dalam menyebarluaskan pengetahuan dan gagasan baru.
Dampak sitasi (citation impact) diperoleh dengan menghitung rata-rata berapa kali karya ilmiah yang diterbitkan suatu universitas dikutip oleh para akademisi di seluruh dunia.
Dalam pemeringkatan tahun ini, THE menggunakan data bibliometrik dari Elsevier. Penyedia data tersebut memberikan informasi mengenai 188,7 juta sitasi terhadap 19,9 juta artikel jurnal, artikel tinjauan, prosiding konferensi, buku, dan bab buku yang diterbitkan selama periode lima tahun.
Data tersebut mencakup lebih dari 29.100 jurnal aktif yang telah melalui proses peer review dan terindeks dalam basis data Scopus milik Elsevier. Publikasi yang diperhitungkan mencakup seluruh publikasi terindeks selama 2021-2025, sementara sitasi terhadap publikasi tersebut dikumpulkan untuk periode 2021-2026.
Data sitasi tersebut digunakan untuk melihat seberapa besar kontribusi sebuah universitas terhadap perkembangan pengetahuan. Semakin banyak sebuah penelitian dikutip dan dikembangkan oleh akademisi lain, semakin terlihat pengaruhnya dalam komunitas akademik global.
Namun, jumlah sitasi tidak dibandingkan secara mentah. THE melakukan normalisasi data untuk memperhitungkan perbedaan pola sitasi antarbidang ilmu.
Penyesuaian ini penting karena karakteristik sitasi berbeda-beda di setiap disiplin. Dengan normalisasi tersebut, universitas yang aktif meneliti bidang dengan tingkat sitasi secara tradisional lebih tinggi tidak memperoleh keuntungan yang tidak proporsional.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Suka Jogja, Dr Abdul Qoyum, SEI, M Sc Fin, telah menganalisis potensi UIN Suka memang bisa masuk pemeringkatan Times Higher Education (THE). Alasannya adalah karena banyak dosen dan periset dari UIN merupakan lulusan berkualitas dari kampus top luar negeri dan dalam negeri.
"UIN Suka memiliki dosen-dosen berkualitas, lulusan LN (luar negeri) dan DN (dalam negeri). Bahkan dari kampus top dunia. Bahkan banyak dari top 10 dunia. Ini yang orang tidak ketahui," katanya kepada detikEdu, Kamis (1/10/2026).
Selain itu, Dr Qoyum mengatakan kualitas mahasiswa UIN Suka semakin bagus. Terlebih, selection ratio tergolong tinggi. Selection ratio berkaitan dengan perbandingan lulusan yang dipekerjakan dengan jumlah total lulusan.
"Iklim keilmuwan dan penelitian juga sangat baik. Banyak sekali karya-karya intelektual kami yang menjadi rujukan nasional. Pemikir-pemikir besar dalam bidang art humanities juga banyak dari UIN Suka," imbuhnya.
Dr Qoyum menjelaskan tradisi penelitian di UIN Suka Jogja adalah tradisi kualitas. Ini artinya, UIN Suka tidak hanya mengandalkan jumlah, melainkan juga menjaga kualitas.
"Kami tidak pernah melakukan engineering terbitan jumlah Scopus dengan skema prosiding. Dampaknya adalah banyak dosen kami yang terbit di jurnal top. Hitungan kami, hampir 80% artikel Scopus yang dihasilkan dosen UIN Suka juga dari Q1," paparnya.
Simak Video "Video: Rektor UGM Sebut 75 Persen Mahasiswanya Terima Beasiswa"
[Gambas:Video 20detik] (pal/pal)

