Penipuan Rp 380 Juta buat Masuk UI, Kampus Minta Tak Gampang Percaya

ADVERTISEMENT

Penipuan Rp 380 Juta buat Masuk UI, Kampus Minta Tak Gampang Percaya

Cicin Yulianti - detikEdu
Selasa, 29 Sep 2026 19:00 WIB
Kampus UI
Kampus UI. Foto: Nikita Rosa/detikedu
Jakarta -

Seorang warga Pedurungan, Kota Semarang, baru-baru ini menjadi korban dugaan penipuan dengan modus penerimaan mahasiswa baru di Universitas Indonesia (UI).

Berdasarkan laporan korban kepada kepolisian, ia mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp380 juta kepada seseorang yang diduga terlibat dalam modus tersebut. Namun, anak korban pada akhirnya tidak dinyatakan lolos masuk UI.

Sembunyikan kutipan teks
"Kita laporkan atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan berkaitan dengan modus penerimaan mahasiswa baru di Universitas Indonesia," kata pengacara korban, Karman dikutip dari detikJateng, Selasa (29/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

UI Imbau Masyarakat Lebih Waspada

Atas kasus tersebut, pihak UI buka suara. Dalam keterangan resminya, UI mengimbau masyarakat khususnya calon mahasiswa baru (maba) agar waspada terhadap berbagai bentuk penipuan mengatasnamakan UI.

ADVERTISEMENT

"UI berkomitmen menyelenggarakan seleksi yang adil, transparan, dan berbasis prestasi. Kelulusan setiap calon mahasiswa ditentukan semata-mata oleh hasil seleksi sesuai ketentuan pada masing-masing jalur penerimaan, sehingga setiap calon mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari UI," tulis keterangan UI pada Selasa (29/9/2026).

UI mengajak calon mahasiswa untuk tidak percaya dengan apapun tawaran yang menjamin kelulusan. Termasuk jika yang menawarkan adalah pimpinan UI atau pejabat.

"Hanya merujuk pada kanal informasi resmi, yakni laman penerimaan.ui.ac.id dan akun media sosial resmi UI, untuk memperoleh informasi mengenai jalur seleksi, jadwal, persyaratan, dan biaya pendidikan. Informasi seleksi nasional (SNBP dan SNBT) dapat diakses melalui laman resmi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB)," tulis UI.

UI juga menyarankan agar pembayaran biaya masuk dilakukan lewat mekanisme resmi, sebagaimana yang tercantum dalam laman penerimaan UI. Mekanisme pembayaran tidak pernah dilakukan lewat rekening pribadi.

"Segera melaporkan apabila menerima tawaran atau permintaan dana yang mencurigakan dengan mengatasnamakan UI, melalui email sipp@ui.ac.id, WhatsApp 081515000002, contact center resmi 15000002 serta kepada kepolisian setempat, disertai bukti komunikasi dan transaksi yang dimiliki," imbau UI.

Kronologi Penipuan Seleksi Masuk UI

Korban penipuan diketahui bernama Djoni Heru Suprijatno (57). Ia tergiur tawaran oknum penipu karena pelaku mencatutkan nama Rektor UI dan wakil menteri.

Biaya untuk jalur reguler sebesar Rp 250 juta sedangkan untuk kelas internasional Rp 300 juta. Pada 4 Mei 2026, Djoni telah mengirim Rp 250 juta.

Setelah ditransfer, oknum meminta kembali tambahan Rp 100 juta. Djoni keberatan dan melakukan negosiasi hingga akhirnya disepakati tambahan Rp 80 juta.

"Akhirnya tanggal 8 Mei kami transfer lagi Rp 80 juta. Alasannya Rp 250 juta untuk Rektor UI dan tim penerimaan mahasiswa baru tahun 2026 di UI, yang Rp 80 juta itu akan diberikan ke anggota dewan," jelasnya.

Kemudian pada 15 Mei 2026, Djoni dimintai kembali sebesar Rp 50 juta. Alasannya adalah agar mempermudah memasukkan data anak ke Dikti.

Anak dari Djoni pun mengikuti serangkaian tes masuk UI mulai dari Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), hingga Kelas Khusus Internasional (KKI). Namun, dari sekian jalur tes yang diikuti sang anak tidak juga lolos.

"Setiap kali (anaknya) gagal, kami tanya, dia cuma bilang 'astagfirullah'. Tapi begitu ditanya hasilnya, dia nggak pernah jawab secara spesifik. Cuma menjanjikan pasti berhasil," kata Djoni.



(cyu/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads