Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Donny Ermawan Taufanto menyatakan pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Kerja sama yang dimaksud khususnya dalam pengembangan SDM yang mendukung pelaksanaan tugas BPOM untuk menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat dalam konsumsi obat dan makanan.
Hal tersebut disampaikan Donny dalam acara Menenun Kebijakan: Bergerak Bersama Mengurai Tantangan dan Menciptakan Solusi yang diadakan BPOM di gedung Bhineka Tunggal Ika, kantor BPOM, Jakarta pada Senin (14/9/2026), dikutip dari laman Kementerian Pertahanan.
Pengembangan SDM
Donny mengatakan, kampus yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto tersebut siap mencetak sumber daya manusia (SDM) dengan kapasitas intelektual dan emosional baik untuk mendukung sistem, teknologi, dan regulasi yang telah dibangun.
"Semuanya akan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pengembangan dan penguatan SDM unggul harus menjadi salah satu fokus utama pembangunan nasional," kata Donny dikutip dari Kantor Berita Antara, Selasa (15/9/2026).
Donny menekankan, SDM yang kompeten adalah mereka yang mampu berpikir kritis, berintegritas, berani berinovasi, punya empati, serta memiliki komitmen. Mereka juga harus dapat bisa beradaptasi dan bisa mengantisipasi, terutama di tengah kondisi geopolitik yang tidak stabil, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi.
URI sendiri dibentuk untuk mencetak calon-calon pemimpin Indonesia. Prodi yang dibuka spesifik seperti kedokteran, teknik, hukum, hingga ekonomi.
Konsep URI mengacu pada beberapa kampus di luar negeri seperti Institut National du Service Public (INSP) di Prancis. Pada institusi ini, pendidikan ditekankan juga pada pembentukan karakter, etika, dan wawasan kebangsaan.
Sekolah Vokasi BPOM
Sementara itu, BPOM dan URI sebelumnya diketahui tengah menggodok pengembangan Sekolah Vokasi BPOM. Lulusan sekolah ini nantinya menjadi kandidat SDM nasional di bidang pengawasan obat dan makanan.
"Kebutuhan tersebut semakin penting mengingat kompleksitas tantangan pengawasan yang terus berkembang seiring kemajuan ilmu farmasi, teknologi, serta ancaman kejahatan di bidang obat dan makanan," tutur Kepala BPOM, Taruna Ikrar dikutip dari laman resmi BPOM, Jumat (21/8/2026).
Sekolah Vokasi BPOM diproyeksi untuk menghasilkan SDM dengan kompetensi ilmiah, kompetensi regulasi, kompetensi praktis, dan nilai-nilai pelayanan publik. Karena itu, Sekolah Vokasi BPOM juga direncanakan untuk menjadi bagian dari infrastruktur ketahanan kesehatan nasional.
Simak Video "Video: Prabowo Yakin Ada Kekuatan yang Tak Suka Indonesia Bangkit"
(cyu/twu)