×
Ad

Anugerah Ekonomi Hijau

UT Raih Anugerah Ekonomi Hijau, Rektor: Kampus yang Datang ke Mahasiswa

Tim detikEdu - detikEdu
Jumat, 04 Sep 2026 12:00 WIB
Rektor Universitas Terbuka Prof Dr Ali Muktiyanto, SE, MSi Foto: detikFoto
Jakarta -

Universitas Terbuka (UT) dinilai memiliki peran dalam mendorong ekonomi hijau melalui penerapan konsep Green Campus Digital dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Konsep tersebut memadukan model pendidikan jarak jauh (PJJ) yang telah dikembangkan UT sejak 1984 dengan pemanfaatan teknologi digital dan berbagai praktik ramah lingkungan di lingkungan kampus.

Atas penerapan tersebut, UT meraih Anugerah Ekonomi Hijau dari detikcom pada Kamis (3/9/2026) sebagai bentuk apresiasi terhadap integrasi teknologi, efisiensi sumber daya, perluasan akses pendidikan, dan prinsip keberlanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan.

Rektor UT Prof Dr Ali Muktiyanto, SE, MSi mengatakan penghargaan tersebut penting bagi UT karena menunjukkan adanya pengakuan publik terhadap kontribusi perguruan tinggi tersebut dalam ekonomi hijau.

"Penghargaan itu sangat penting dan bermakna untuk UT sekaligus menegaskan bahwa publik telah mengakui sebenarnya kalau UT punya peran yang signifikan dalam ekonomi hijau, khususnya melalui peran serta mahasiswa dan sivitas akademika UT," ujar Ali.

Mahasiswa Tak Perlu Rutin Datang ke Kampus

Menurut Ali, salah satu kontribusi UT terhadap ekonomi hijau berasal dari model pendidikan jarak jauh yang memungkinkan mahasiswa mengikuti pembelajaran tanpa harus rutin datang ke kampus.

Dengan sistem tersebut, mahasiswa tidak perlu melakukan perjalanan menuju kampus setiap kali membutuhkan layanan pembelajaran. "Mahasiswa UT tidak harus mengonsumsi BBM untuk mendapatkan pembelajaran. Kita harus datang ke kampus, kampus yang datang ke tempat mahasiswa," kata Ali.

Menurutnya, pola tersebut turut mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan emisi karbon yang muncul dari mobilitas mahasiswa.

"Dengan sekian kita menghemat emisi karbon, kita menghemat BBM dan seterusnya, pada gilirannya kita memberikan sumbangsih yang sangat signifikan kepada ekonomi hijau," ujarnya.

Konsep pendidikan jarak jauh tersebut telah menjadi bagian dari UT sejak perguruan tinggi itu berdiri pada 1984. Seiring perkembangan teknologi, sistem PJJ bertransformasi semakin terdigitalisasi.

Pembelajaran dan berbagai layanan akademik dapat diakses mahasiswa dari berbagai wilayah. Pola tersebut memungkinkan kebutuhan mobilitas rutin menuju kampus diminimalkan sekaligus membuat penggunaan sumber daya fisik dalam proses pendidikan menjadi lebih efisien.

UT Go Green sejak 2010

Komitmen UT terhadap keberlanjutan tidak hanya dilakukan melalui sistem pembelajaran digital.

UT telah mencanangkan program UT Go Green sejak 2010. Sejumlah praktik ramah lingkungan dilakukan, mulai dari pengurangan penggunaan kertas, penanaman pohon, pengelolaan sampah, pembuatan biopori, pembangunan danau buatan, hingga pengembangan eco-building.

Inisiatif tersebut kemudian dikembangkan melalui UT Green University (UTGU). Prinsip keberlanjutan diterapkan dalam berbagai aspek, termasuk infrastruktur, pengelolaan energi dan limbah, transportasi, pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Perpaduan antara pendidikan jarak jauh berbasis digital dan pengelolaan lingkungan tersebut menjadi bagian dari pendekatan Green Campus Digital UT.

Digitalisasi membantu mengurangi kebutuhan terhadap sumber daya fisik dalam proses akademik. Sementara itu, pengelolaan lingkungan memperluas penerapan prinsip keberlanjutan hingga ke berbagai aktivitas perguruan tinggi.

Upaya menjaga lingkungan juga melibatkan mahasiswa UT. Salah satunya melalui program "Satu Mahasiswa, Satu Pohon" yang dilakukan saat pembekalan mahasiswa baru.

Ali mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai kepedulian sosial dan ekologis kepada mahasiswa sejak awal mereka bergabung dengan UT.

Program tersebut sekaligus melengkapi pendekatan keberlanjutan UT yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan lingkungan di dalam kampus, tetapi juga mendorong keterlibatan sivitas akademika.




(pal/nwk)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork