Gempa berkekuatan M 7,7 melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) lalu. Gempa ini telah menyebabkan korban meninggal hingga kerusakan bangunan.
Untuk meringankan beban mahasiswa yang terdampak bencana NTT, Universitas Terbuka (UT) membebaskan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswanya yang terdampak.
Rektor UT Prof Ali Muktiyanto mengatakan kini pihaknya tengah mendata siapa saja mahasiswa yang berhak menerima. Selain itu, UT juga tengah menyiapkan bantuan dalam bentuk lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sedang mendata mahasiswa kita, terutama yang terkena dampak di wilayah Maumere dan sekitarnya. Kita segera akan dapatkan datanya dan kita akan berikan bantuan semaksimal mungkin, sesuai dengan kadar musibah yang diterima, mulai dari pembebasan UKT kemudian bantuan lainnya, dan seterusnya," katanya dikutip dari Kantor Berita Antara, Kamis (20/8/2026).
Beri Kelonggaran Akademik
Selain bantuan finansial, Ali menyebut UT juga memberikan kelonggaran dan relaksasi khusus dari sisi akademik, contohnya keringanan untuk ujian akhir bagi mahasiswa yang terdampak gempa.
"Termasuk nanti dalam hal fasilitasi dukungan pembelajaran yang spesial secara khusus kepada yang terhadap musibah, termasuk penyelenggaraan ujian. Jadi penyelenggaraan ujian boleh jadi mereka harus agak tertunda dari rekan-rekannya yang lain dan sebagainya, tapi tetap dalam semester yang sama," kata Ali.
Ali menegaskan bentuk upaya ini bukan pertama kali melainkan sudah dilakukan UT setiap kali ada musibah yang menimpa mahasiswa. Contohnya musibah yang terjadi di Aceh, Nias hingga Padang.
"Kita juga bahkan menggelontorkan tidak kurang dari empat ribu beasiswa (untuk mahasiswa) terkena bencana," ucapnya.
Sediakan Pelayanan Offline
Dikarenakan bencana alam dapat merusak infrastruktur hingga jaringan telekomunikasi dan kelistrikan, UT menyiapkan skenario pelayanan akademik berbasis luring (offline). Sehingga mahasiswa masih bisa tetap berkuliah.
"Ketika jaringan internet tidak bisa berfungsi dengan baik, maka kita punya pendidikan jarak jauh secara yang di-deliver secara offline," ujar Rektor UT.
Kampus Dilibatkan Tangani Korban Gempa NTT
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah mengimbau perguruan tinggi untuk mengambil peran, membantu mahasiswa hingga masyarakat yang terkena dampak.
"Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh sivitas akademika dan menjaga agar penanganan berlangsung cepat serta terkoordinasi," ungkap Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.
Brian mengajak kampus-kampus memberikan bantuan dalam bentuk pendirian posko, layanan kesehatan dan trauma healing, distribusi logistik lewat pengerahan dosen hingga mahasiswa.
