×
Ad

Ada 25 Prodi Dokter Spesialis Baru, Wamendikti: Tak Perlu Khawatir Kualitas Lulusannya

Devita Savitri - detikEdu
Rabu, 02 Sep 2026 20:30 WIB
Foto: Devita Savitri/detikEdu/Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan (tengah).
Jakarta -

Pemerintah RI resmi membuka 25 program studi (prodi) Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru berbasis rumah sakit (hospital-based). Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses pelayanan dan menutup gap dokter spesialis di Indonesia yang mencapai 65.000.

Terkait hal ini, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan memberi tanggapan. Menurutnya, ini jadi upaya agar daerah-daerah yang kekurangan dokter bisa dipenuhi.

"Jadi Pak Presiden ini kan memiliki berkeinginan supaya daerah-daerah yang kekurangan dokter itu bisa dipenuhi. Nah tentu ini memerlukan langkah yang akseleratif," tutur Fauzan usai acara Talkshow Ragi Nusantara di Antara Heritage Center, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Meskipun pemenuhan dokter perlu dilakukan secara cepat, Fauzan menilai upaya ini tak boleh meninggalkan standar pendidikan yang telah ditetapkan. Menurutnya, Indonesia telah memiliki institusi pendidikan kedokteran yang lengkap, sehingga kualitas proses dan lulusannya tak perlu dikhawatirkan.

"Kalau dalam pendidikan kedokteran saya kira institusinya sudah sangat komplit. Institusi yang memang mengontrol kualitas. Tidak hanya sekedar kualitas proses tetapi juga kualitas lulusan, sehingga itu tidak perlu dikhawatirkan lagi," ujarnya lebih lanjut.

Daftar Prodi Spesialis Baru

Mengutip arsip detikEdu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan sebanyak 25 prodi yang baru dibuka itu, terdiri dari 11 prodi spesialis dasar dan 14 prodi Kanker, Jantung, Stroke Uronefrologi (KJSU). Pihaknya juga bermitra dengan berbagai perguruan tinggi.

Perguruan tinggi yang dimaksud, seperti Universitas Airlangga (Unair), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Udayana (Unud), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Indonesia (UI). Adapun daftar prodi-prodi baru PPDS, yaitu:

Prodi Spesialis Dasar

Anestesiologi dan Terapi Intensif di RSUP Fatmawati

Anestesiologi dan Terapi Intensif RS Ortopedi Prof dr Soeharso Surakarta

Anestesiologi dan Terapi Intensif RSU Hermina Depok

Obstetri dan Ginekologi di RSAB Harapan Kita

Obstetri dan Ginekologi di RSIA Bunda Jakarta

Radiologi di RSUP Prof dr R D Kandou Manado

Radiologi RSUP Persahabatan

Radiologi RSUP Dr M Djamil

Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Kesehatan Anak RSUD Prof Dr Margono Soekarjo

Ilmu Bedah di RSUD dr Iskak Tulungagung.

Prodi Rumpun KJSU dan Spesialis Unggulan

Bedah Saraf di RS Pusat Otak Nasional

Bedah Saraf di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo

Bedah Thorax Kardiovaskuler di RSUP H Adam Malik

Bedah Thorax Kardiovaskuler di RSUD Dr Saiful Anwar

Urologi di RSUD Dr Moewardi

Urologi di RSUP Prof dr I G N G Ngoerah

Jantung dan Pembuluh Darah di RSUP Dr Mohammad Hoesin

Jantung dan Pembuluh Darah RSU Murni Teguh Memorial Hospital

Jantung dan Pembuluh Darah RSUD dr Soedarso

Kedokteran Nuklir di RSUP Dr Kariadi

Kesehatan Mata di Jakarta Eye Centre (JEC) Kedoya

Orthopaedi dan Traumatologi di RSD dr Soebandi

Orthopaedi dan Traumatologi di RSPAD Gatot Soebroto

Orthopaedi dan Traumatologi di RS Islam Jakarta Cempaka Putih.



Simak Video "Video: Makam Remaja di Pangkalpinang Dibongkar, Diduga Jadi Korban Malapraktik"

(det/faz)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork