Tips Lulus 3,5 Tahun ala Stanley, Wisudawan UGM yang Kaji Pelarangan Impor Baju Bekas

ADVERTISEMENT

Tips Lulus 3,5 Tahun ala Stanley, Wisudawan UGM yang Kaji Pelarangan Impor Baju Bekas

Nikita Rosa - detikEdu
Kamis, 03 Sep 2026 16:27 WIB
Stanley Jeremy Hasea
Stanley Jeremy Hasea. (Foto: UGM)
Jakarta -

Stanley Jeremy Hasea dinobatkan sebagai wisudawan tercepat pada wisuda program sarjana periode IV Tahun Akademik 2025/2026. Ia berhasil menamatkan studi dalam waktu 3 tahun 5 bulan, sementara rata-rata lulusan sarjana lulus dalam waktu 4 tahun 1 bulan.

Bagi lulusan program studi Manajemen Kebijakan Publik UGM itu, kunci menyelesaikan studi ada pada arah tujuan dan memastikan setiap tahapan dapat selesai tepat waktu. Selama kuliah, Jeremy juga menerapkan strategi sequence management.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan time management, tetapi lebih ke sequence management. Secara akademis, di semester tujuh saya sudah bisa mengerjakan skripsi saja karena semester-semester sebelumnya saya sudah menyelesaikan semua perkuliahan," ujar Stanley dalam laman UGM dikutip Kamis (3/9/2026).

Stanley tidak menetapkan target untuk lulus cepat. Akan tetapi, ia menetapkan waktu 3,5 tahun sebagai batas maksimal dan menargetkan IPK di atas 3,5.

ADVERTISEMENT

"Buat saya, sebenarnya bukan target secepat-cepatnya, tetapi paling lama 3,5 tahun," jelasnya.

Gagal Pertukaran Mahasiswa

Pada semester kelima, Stanley sempat merencanakan mengikuti program pertukaran mahasiswa. Namun, rencana tersebut gagal karena kendala administrasi.

Sebagai gantinya, Stanley mengikuti magang di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Filipina. Tidak disangka, pengalaman tersebut memberinya wawasan dan data yang mendukung penelitian skripsinya.

"Saya magang di Embassy of Indonesia di Philippines, di bidang trade atau perdagangan. Itu juga membantu karena skripsi saya ada soal trade. Saya bisa mendapatkan insight dan data-data yang cuma bisa saya dapat waktu di sana," jelasnya.

Dalam skripsinya, Stanley mengkaji kebijakan pelarangan impor pakaian bekas. Ia melihat bagaimana kebijakan tersebut dapat berjalan dengan kebijakan lainnya sekaligus dapat diterapkan secara efektif.

"Jadi bagaimana kebijakan pelarangan impor baju bekas ini tidak bertumpang tindih dengan kebijakan lain dan bagaimana kebijakan itu memang diimplementasikan secara efektif," tuturnya.

Hindari Distraksi Sejak Awal Kuliah

Kepada mahasiswa yang menjadikan lulusan cepat sebagai prioritas, Stanley berpesan kepada mereka agar mampu mengurangi berbagai distraksi sejak awal perkuliahan. Menurutnya, gangguan kecil yang dibiarkan sejak semester awal dapat terakumulasi dan mengurangi waktu untuk menyelesaikan tugas utama, termasuk tugas akhir.

"Karena distraksi sekecil apapun kalau diambil dari semester satu lambat laun akan menjadi besar," pungkas Stanley.



(nir/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads