Lulusan Manajemen Paling Banyak Nganggur? Ini Tanggapan & Strategi UI

ADVERTISEMENT

Lulusan Manajemen Paling Banyak Nganggur? Ini Tanggapan & Strategi UI

Cicin Yulianti - detikEdu
Rabu, 12 Agu 2026 13:18 WIB
Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof Heri Hermansyah dan Ketua Dewan Guru Besar UI, Prof Eko Prasojo.
Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof Heri Hermansyah dan Ketua Dewan Guru Besar UI, Prof Eko Prasojo. Foto: Cicin Yulianti/detikcom
Jakarta -

Belakangan ini kajian dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEM FEB UI) menunjukkan data menarik terkait jurusan pencetak pengangguran terbanyak. Dalam survei itu disebutkan bahwa jurusan manajemen menduduki urutan paling atas.

Laporan berjudul 'Ketika Akses Pendidikan Tinggi Bertambah, Apakah Pasar Kerja Siap?' tersebut mengungkap pengangguran dari jurusan manajemen mencapai 10,3%.

Menanggapi fenomena tersebut, Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof Heri Hermansyah menyampaikan tanggapan terkait hal tersebut. Ia menyebut fenomena itu bisa terjadi karena jurusan manajemen sangat general dan menghasilkan banyak lulusan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jurusan manajemen atau hukum itu ada di mana-mana (banyak universitas), populasinya sangat besar. Jadi secara general, bisa jadi angkanya terlihat tinggi karena jumlah lulusannya memang masif," ujar Heri kepada wartawan usai acara Temu Akbar Guru Besar UI di Gedung Makara Art, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat pada Rabu (12/8/2026).

ADVERTISEMENT

Lulusan UI Dapat Kerja dalam 2-3 Bulan

Kemudian Heri mengungkap data internal mahasiswa dan lulusan UI. Ia menyebut rata-rata masa tunggu lulusan UI mendapatkan pekerjaan hanya dalam 2-3 bulan.

Bahkan, ia mengungkapkan bahwa untuk jurusan-jurusan dengan spesifikasi khusus, lulusan UI banyak ditarik dan dibutuhkan industri.

"Di UI, jurusan Manajemen tidak mengalami kesulitan. Justru yang menarik adalah jurusan spesifik seperti Aktuaria atau Administrasi Fiskal. Sebelum mereka wisuda, bahkan baru selesai sidang, perusahaan-perusahaan sudah 'mengijon' mereka, banyak yang langsung direkrut di tempat mereka magang sebelumnya," tutur Heri.

Strategi UI Melawan Pengangguran

Dalam mencegah lulusan UI banyak mengganggur, UI menerapkan beberapa strategi. Salah satunya yaitu dengan berfokus pada relevansi kurikulum dan penguatan karakter.

Ketua Dewan Guru Besar UI, Prof Eko Prasojo menyebut UI terus merombak kurikulum agar selaras dengan kebutuhan profesi masa depan. Dengan itu, pembelajaran UI tak hanya teori umum tetapi menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Ia menambahkan, mahasiswa juga mendapat penguatan karakter dan soft skill. Langkah-langkah ini menurut Eko guna memastikan lulusan UI tidak hanya bermodalkan ijazah.

"Mahasiswa harus memiliki kemampuan berbicara, menulis, memimpin, hingga berinteraksi dengan orang lain. Soft skill inilah yang seringkali menjadi penentu lulusan bisa bertahan dan berkompetisi di dunia kerja," kata Eko.

Meski demikian, UI tetap berharap pemerintah bisa segera menyelesaikan masalah pengangguran S1 ini. Menurut Eko, kunci kesuksesan para lulusan S1 harus didukung oleh birokrasi yang mudah dan stabilitas sosial.

"Tugas universitas adalah memastikan lulusan tetap relevan. Namun, pemerintah juga perlu memperbaiki ekosistem industri agar investor mau masuk dan menyerap tenaga kerja terdidik kita," katanya.



(cyu/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads