Bukan Hanya Manajemen, Ini 4 Jurusan Penyumbang Penganggur S1 Terbanyak di RI

ADVERTISEMENT

Bukan Hanya Manajemen, Ini 4 Jurusan Penyumbang Penganggur S1 Terbanyak di RI

Tim detikEdu - detikEdu
Rabu, 12 Agu 2026 07:30 WIB
Sejumlah pencari kerja menghadiri kegiatan Job Fair Kendal 2026 di Kendal Sport Center, Kendal, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026). Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar bursa kerja yang diikuti 34 perusahaan dengan membuka 4.703 lowongan kerja untuk penempatan di dalam dan luar negeri sebagai upaya memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran terbuka yang berlangsung hingga 23 Juli. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ilustrasi para pencari kerja Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengeluarkan kajian yang menyita perhatian publik.

Kajian Perlindungan Sosial dan Tenaga Kerja tersebut menyorot kesiapan pasar kerja Indonesia dalam menyerap lulusan pendidikan tinggi di tengah rencana perluasan akses melalui pendirian universitas baru dengan memakai data Survei Angkatan Kerja Nasional yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Agustus 2025.

Laporan tersebut menunjukkan, sekitar 10,3% penganggur lulusan minimal S1 berasal dari program studi Manajemen. Selain jurusan Manajemen, terdapat sejumlah prodi yang menjadi penyumbang terbanyak pengganggur S1 di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. Jurusan Hukum 9 %
  2. Jurusan Ekonomi 8,7%
  3. Jurusan Pendidikan 7,1%
  4. Jurusan Akuntansi 5,1%

Jika digabungkan 5 program studi tersebut mencakup sekitar 40% dari seluruh penganggur berpendidikan minimal S1.

ADVERTISEMENT

Mengapa Banyak Ditemukan Pengganggur dari Jurusan Hukum?

Dikutip dari kajian LPEM UI yang disusun Muhammad Hanri, PhD dan Nia Kurnia Sholihah, ME tersebut jurusan Hukum sebenarnya memiliki jalur profesi yang relatif jelas begitu juga dengan lulusan jurusan Ekonomi.

Namun, tidak semua lulusan dari kedua bidang tersebut akhirnya bekerja pada posisi yang benar-benar berkaitan langsung dengan keilmuan yang dipelajari selama kuliah.

"Banyak lulusan akhirnya bersaing pada pasar kerja umum, termasuk pekerjaan di perusahaan, perbankan, pemerintahan, administrasi, konsultasi, dan layanan profesional," seperti dikutip dari laporan tersebut.

Sementara itu, bidang Pendidikan memiliki cakupan program studi yang cukup luas, mulai dari pendidikan guru, bahasa, ekonomi, sains, hingga pendidikan vokasi. Kondisi tersebut membuat peluang masuk ke pasar kerja bagi lulusannya turut dipengaruhi oleh sejumlah faktor.

Di antaranya adalah pola rekrutmen guru, ketersediaan formasi, perbedaan kebutuhan tenaga pendidik di setiap wilayah, serta persyaratan profesi yang harus dipenuhi oleh lulusan.

Saran untuk Pendirian URI

Angka-angka yang ditunjukkan tiap program studi tersebut menurut peneliti LPEM UI perlu dipahami secara proporsional. Data itu bukan menunjukkan tingkat pengangguran pada masing-masing bidang studi.

Artinya, bidang studi yang memiliki jumlah lulusan sangat besar secara alami memang berpeluang menyumbang lebih banyak penganggur. "Karena itu, data ini belum dapat digunakan untuk menyatakan bahwa Manajemen, Hukum, Ekonomi, atau Pendidikan memiliki prospek kerja paling buruk," seperti dikutip dari kajian tersebut.

Untuk mengetahui risiko pengangguran secara lebih akurat, jumlah penganggur dari setiap bidang studi harus dibandingkan dengan total angkatan kerja yang berasal dari bidang studi tersebut. Dengan cara ini, dapat diketahui seberapa besar proporsi lulusan suatu bidang yang benar-benar menghadapi risiko pengangguran.

Meski demikian, temuan tersebut tetap relevan dalam merancang kebijakan pendidikan tinggi, termasuk rencana pembangunan Universitas Republik Indonesia (URI). Ketika sebagian besar penganggur sarjana berasal dari bidang studi yang sudah banyak ditawarkan perguruan tinggi, pembukaan program studi serupa perlu memiliki dasar kebutuhan yang kuat.

Karena itu, tantangan URI bukan sekadar menentukan program studi yang mudah dibuka atau populer di kalangan calon mahasiswa.

Menurut peneliti LPEM UI, URI perlu memetakan kompetensi yang masih kurang tersedia, kebutuhan tenaga terdidik di wilayah atau sektor tertentu yang belum terpenuhi, serta memastikan setiap program studi memiliki keterhubungan yang jelas dengan kebutuhan pasar kerja.



(pal/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads