Viral Mahasiswa Disebut Ditolak Sidang 12 Kali, Ini Penjelasan Undana

ADVERTISEMENT

Viral Mahasiswa Disebut Ditolak Sidang 12 Kali, Ini Penjelasan Undana

Devita Savitri - detikEdu
Kamis, 06 Agu 2026 10:30 WIB
Konferensi Pers Undana terkait viralnya mahasiswa yang disebut ditolak sidang skripsi 12 kali.
Konferensi Pers Undana terkait viralnya mahasiswa yang disebut ditolak sidang skripsi 12 kali. Foto: YouTube/Official Universitas Nusa Cendana
Jakarta -

Viral di media sosial, video mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga mengalami depresi lantaran ujian hasil skripsinya dibatalkan secara mendadak oleh dosen penguji. Ia juga disebut sudah 12 kali ditolak dan batal menjalani ujian proposal.

Terkait kondisi ini, Undana mengeluarkan pernyataan resmi melalui konferensi pers pada Rabu (5/8/2026) sore waktu setempat. Wakil Rektor IV, Prof Philiphi de Rozari mewakili Undana membantah beberapa hal terkait kasus mahasiswa JS.

Philiphi menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan, JS tidak sampai pada tahap depresi. JS mengalami kelelahan dan kecemasan yang berdampak terhadap kesehatan fisiknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sempat dirawat di rumah sakit, ia menyatakan JS sudah kembali ke rumahnya dan kini masuk dalam proses pemulihan. Philiphi juga memohon doa agar pemulihan JS bisa berjalan dengan baik.

"Kami mohon doa dari kita semua agar proses pemulihannya berjalan baik sehingga mahasiswa kami ini dia dapat melanjutkan proses akademiknya dan juga menyelesaikan tugas akhirnya dan juga dapat meraih cita-citanya ke depan," tuturnya dikutip dari tayangan ulang Konferensi Pers di YouTube resmi Undana, Kamis (6/8/2026).

ADVERTISEMENT

Bantah Isu Pembatalan 12 Kali Ujian Skripsi

Lebih lanjut, Philiphi juga membantah isu pembatalan 12 kali ujian skripsi JS. Ia menyebut kejadian yang dialami JS dikarenakan jadwal pembimbing, penguji, dan mahasiswa yang tidak cocok.

"Pembatalan 12 kali ujian skripsi di media itu tidak benar dan proses yang terjadi itu adalah penyesuaian jadwal untuk melakukan seminar proposal dan seminar hasil. Jadi bukan ujian skripsi," paparnya.

Philiphi menjelaskan tahapan tugas akhir yang dilalui mahasiswa S1. Mahasiswa awalnya melalui seminar proposal, berlanjut ke seminar hasil, dan terakhir ke ujian skripsi. Dalam setiap tahap tersebut, perlu ada penyesuaian jadwal antara pembimbing, penguji, dan mahasiswa yang bersangkutan.

Philiphi mengatakan, selama ini, komunikasi JS dan pembimbing serta pengujinya berjalan dengan baik. Pembimbing dan penguji juga disebut selalu responsif menjawab pertanyaan JS.

Adapun prosesnya yang memakan waktu lama hingga viral menurut Philiphi tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab dosen penguji. Seluruh proses penentuan jadwal seminar proposal dan hasil melibatkan mahasiswa, pembimbing, penguji, hingga petugas administrasi program studi (prodi) maupun fakultas.

"Kalau menurut kami itu akumulasi dari kontribusi dari pembimbing, penguji, dan mahasiswa serta administrasi baik di tingkat prodi maupun di tingkat fakultas," bebernya.

Undana memiliki komitmen untuk mempertemukan JS dengan penguji dan berharap kasus berakhir damai. Namun, sampai saat ini baik JS dan penguji disebut tengah menjalani masa pemulihan.

Telah Lakukan Investigasi

Usai kasus ini viral dan mendapat perhatian publik, Philiphi menekankan bahwa pihak Undana telah melakukan investigasi secara menyeluruh dan independen. Investigasi dilakukan untuk memperoleh gambaran secara utuh terkait kronologi dan identifikasi fakta-fakta yang ada.

Ia menyatakan, pihak kampus juga sudah melakukan kunjungan langsung ke rumah sakit tempat JS sempat dirawat. Kunjungan itu dilakukan secara langsung oleh Rektor Undana, Prof Dr Ir Jefri S Bale.

Tak hanya ke mahasiswa, pihak kampus juga mengunjungi dosen penguji JS. Dalam proses investigasi, Undana membentuk tim khusus.

Tim ini bertugas mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Mereka menjamin informasi yang diberikan terjamin kerahasiannya, komprehensif, objektif, dan memberikan kesempatan kepada setiap pihak untuk memberikan penjelasan.

Dari kasus ini, Undana juga menyatakan pihak kampus melakukan kajian ulang terkait dokumen dan proses administrasi yang berkaitan dengan standar operasional (SOP) penyusunan dan pelaksanaan ujian seminar proposal dan hasil. Dokumen yang ditelaah ulang termasuk jadwal ujian, surat penugasan dosen pembagian pembimbing dan penguji, dan dokumen pendukung lainnya.

"Kami akan melaksanakan evaluasi secara menyeluruh terhadap tata kelola akademik kami untuk memastikan atau untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang benar-benar memerlukan perbaikan," kata Philiphi.

"Khususnya yang berkaitan dengan mekanisme penjadwalan ujian skripsi, koordinasi antar unit, sistem komunikasi kepada mahasiswa, serta prosedur penanganan apabila terjadi perubahan jadwal atau keadaan yang bersifat mendesak," imbuhnya.

Hasil investigasi akan disusun menjadi sebuah rekomendasi perbaikan agar kebijakan Undana bisa disempurnakan.

Sebelumnya, Rektor Undana Prof Jefri mengungkap Mendiktisaintek Brian Yuliarto juga sudah menyapa JS secara langsung melalui panggilan video untuk menanyakan kabar. Ia menyebut Kemdiktisaintek mendukung penuh supaya mahasiswi yang bersangkutan dapat pulih dan menyelesaikan studi sampai meraih sarjana.



(det/det)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads