Di tengah derasnya arus kompetisi perguruan tinggi dunia, Universitas Airlangga (UNAIR) perkokoh posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Berdasarkan pemeringkatan Webometrics Ranking of World Universities Edisi Juli 2026, UNAIR mempertahankan peringkat ketiga nasional sekaligus menempati posisi ke-709 dunia.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNAIR, Prof. Ardianto mengungkap rasa syukur atas keberhasilan yang UNAIR raih. Menurutnya, mempertahankan posisi tiga besar nasional menjadi kebanggaan tersendiri. Pasalnya, pemeringkatan Webometrics mencerminkan kualitas eksistensi digital dan kontribusi akademik sebuah perguruan tinggi di tingkat internasional.
Perkuat Visibilitas dan Dampak Akademik
Prof. Ardianto menjelaskan bahwa Webometrics tidak serta merta menilai tampilan laman resmi perguruan tinggi. Pemeringkatan tersebut mengukur sejauh mana universitas mampu membuka akses masyarakat terhadap pengetahuan sekaligus menghadirkan dampak melalui publikasi dan ekosistem digital. Penilaian itu bertumpu pada tiga indikator utama, yakni Visibility, Openness, dan Excellence.
"Visibility mengukur dampak konten web melalui tautan eksternal, Openness menilai keterbukaan akses publikasi ilmiah. Sedangkan Excellence melihat kualitas publikasi berdasarkan artikel yang masuk dalam kelompok paling banyak disitasi di berbagai bidang ilmu," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, ketiga indikator tersebut saling melengkapi dalam membangun citra dan daya saing universitas di tingkat internasional. Semakin luas informasi dan hasil riset UNAIR menjangkau publik, semakin besar pula peluang masyarakat global mengenal kontribusi kampus dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
"Peringkat ini sangat relevan terhadap branding universitas. Ketika visibility meningkat, reputasi Universitas Airlangga juga semakin terbaca oleh masyarakat global dan memberikan nilai positif bagi pencapaian target-target berikutnya," tambahnya.
Sinergi Menuju Kampus Berdampak
Prof. Ardianto menilai, tantangan terbesar datang dari persaingan antar perguruan tinggi di dunia yang terus meningkatkan visibilitas digital dan kualitas publikasinya. Karena itu, UNAIR terus memperkuat sinergi antar fakultas dan unit kerja agar setiap capaian tri dharma dapat terdokumentasikan dan menjangkau masyarakat global melalui berbagai platform digital.
Menurutnya, UNAIR terus menghadirkan berbagai program untuk memperkuat visibilitas tersebut. Upaya tersebut didukung oleh penyampaian informasi yang terintegrasi melalui unit-unit kerja terkait.
"Capaian ini bukan alasan untuk berpuas diri, tetapi menjadi penyemangat bagi kita untuk terus bersinergi. Bersama-sama adalah jalan terbaik agar Universitas Airlangga mampu meraih target-target yang lebih gemilang di masa mendatang," pungkasnya.
Simak Video "Video Heboh Sejoli Mahasiswa Unair Mesum di Kelas, Komisi Etik Turun Tangan"
(prf/ega)