UGM Terapkan Kurikulum Baru Mulai 2026, Mahasiswa Bisa Punya Second Major

ADVERTISEMENT

UGM Terapkan Kurikulum Baru Mulai 2026, Mahasiswa Bisa Punya Second Major

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 17 Jul 2026 11:15 WIB
UGM Terapkan Kurikulum Baru Mulai 2026, Mahasiswa Bisa Punya Second Major
Jakarta -

Universitas Gadjah Mada (UGM) akan resmi menerapkan kurikulum baru mulai tahun akademik 2026/2027. Pelaksanaannya dimulai dari semester gasal atau ganjil.

Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof Dr Wening Udasmoro, S S, M Hum, DEA mengatakan, penerapan kurikulum ini sesuai amanat dari Peraturan Rektor Nomor 19 Tahun 2025 tentang Pendidikan. Adapun penyusunannya melibatkan masukan dari alumni, mitra, serta berbagai pemangku kepentingan.

"Diharapkan kehadiran kurikulum baru ini dapat relevan untuk kebutuhan dunia kerja dan perkembangan global," kata Wening, dikutip dari laman UGM, Jumat (17/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perubahan Kurikulum UGM

Kurikulum Ramping

Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran, Dr Sigit Priyanta, S Si, M Kom, mengatakan, salah satu perubahan utama pada kurikulum baru UGM yaitu bersifat ramping.

"Struktur disederhanakan menjadi tiga blok besar dengan 9 tipe pilihan yang jelas, sehingga mudah dipahami mahasiswa dan dikelola prodi," jelas Sigit.

ADVERTISEMENT

Bisa Ambil Matkul Lintas Prodi-Second Major

Perubahan lainnya yakni kurikulum baru UGM juga dapat menggunakan pendekatan transdisiplin. Dengan begitu, mahasiswa bisa mengambil mata kuliah lintas prodi, termasuk opsi second major, intensifikasi minor, hingga fast track.

"Mekanisme pengakuan lintas program studi akan kami fasilitasi baik melalui konversi maupun pengakuan langsung, sehingga aktivitas mahasiswa di luar program studi tetap tercatat sebagai bagian dari riwayat akademik," jelas Sigit.

Sigit mengatakan, optimalisasi kekayaan keahlian lintas prodi atau fakultas ini dapat menjawab persoalan kompleks dengan memantik kolaborasi, integrasi, dan sintesis pengetahuan.

Jalur Belajar Sesuai Minat Riset-Tujuan Karier

Lewat second major, minor, hingga mata kuliah elektif tersebut, kurikulum baru ini juga dinilai memungkinkan personalised education and employability.

Dalam hal ini, kurikulum juga menekankan pada keterampilan mahasiswa untuk bekerja dalam tim, memiliki resiliensi, dan kemampuan beradaptasi yang tinggi.

"Di sini mahasiswa bisa merancang jalur belajarnya sendiri, second major, minor intensification, atau elektif sesuai tujuan karir dan minat riset" ucapnya.

23 SKS Kurikulum Universitas

Sementara itu, kurikulum baru UGM juga menerapkan 23 SKS kurikulum universitas yang berlaku seragam di semua prodi. Kurikulum universitas ini dinilai menjadi identitas bersama dan bekal kompetensi dasar yang dibutuhkan di berbagai bidang bagi lulusan UGM.

"Alokasi 23 SKS wajib ini mencakup mata kuliah dasar seperti Pendidikan Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, serta literasi digital, Sustainable Future Skills, KKN, dan penguasaan bahasa asing," kata Sigit.

Minimal 60 Persen Kurikulum Inti

Sementara itu, kurikulum inti program studi harus memenuhi minimal 60 persen dari total SKS prodi. Ketentuan ini memungkinkan fleksibilitas sesuai kebutuhan akreditasi dan asosiasi profesi.

Mahasiswa Lama Bisa Pakai Kurikulum Baru?

Sigit mengatakan, mahasiswa baru UGM tahun akademik 2026/2027 wajib menggunakan kurikulum baru. Bagaimana dengan mahasiswa lama?

"Sedangkan mahasiswa lama, dapat tetap menggunakan kurikulum lama sesuai ketentuan saat diterima, atau bermigrasi ke kurikulum baru jika diinginkan," kata Sigit.

Pilar Kurikulum Baru UGM

1. Integritas: Membentuk karakter akademik mahasiswa UGM dengan berlandaskan nilai moral serta etika yang berlaku di masyarakat

2. Kemampuan berbahasa Inggris dan bahasa asing lainnya: Untuk memperkuat daya saing mahasiswa di tingkat internasional

3. Kerja tim: Menumbuhkan keterampilan mahasiswa dalam berkolaborasi secara adaptif terhadap dinamika organisasi

4. Resiliensi: Membangun ketangguhan para mahasiswa dalam menghadapi tantangan secara akademis dan profesional.

Wening mengatakan, pilar kurikulum baru ini, terutama resiliensi dan kerja tim, merespons fenomena mahasiswa yang cenderung memilih kerja sendiri ketimbang dalam kelompok.

"Kurikulum baru ini diharapkan mampu mengatasi kerentanan tersebut, sekaligus menyiapkan lulusan yang siap berkontribusi dalam organisasi, masyarakat, dan dunia kerja," ucapnya.



(twu/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads