Ajak Pelajar Latih Survival, Mendikti Contohkan: Jadi Menteri, Tiap Hari Masalah Baru

ADVERTISEMENT

Ajak Pelajar Latih Survival, Mendikti Contohkan: Jadi Menteri, Tiap Hari Masalah Baru

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 09 Jul 2026 14:45 WIB
Mendiktisaintek Brian Yuliarto
Mendiktisaintek Brian Yuliarto. Foto: Trisna Wulandari/detikcom
Jakarta -

Sebanyak 390 pelajar RI mendapat Beasiswa Garuda Batch 1 2026. Para pelajar akan berangkat untuk menempuh pendidikan S1 di perguruan tinggi luar negeri atau S1 joint/dual degree di kampus dalam negeri dan luar negeri.

Membuka sesi pembekalan bagi para penerima beasiswa, Kamis (9/7/2026), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memberi pesan agar para pelajar bersiap untuk menghadapi perjalanan panjang yang tidak mulus. Salah satunya dengan menumbuhkan kemampuan untuk bertahan (survival), mengelola stres dan berani bangkit ketika jatuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena nanti ketika Anda berjalan semakin banyak, Anda akan jatuh semakin sering. Saya ceritakan aja ya, saya itu jadi menteri, dulu saya baru tahu ternyata setiap hari ada masalah baru. Bener itu Pak. Saya bangun pagi, buka WA, 'ih, naon deui ieu teh (ih, apa lagi nih)', gitu ya. Ada aja masalah baru," tuturnya.

"Saya dulu nonton film (series), apa, film Amerika itu, yang tiba-tiba dia jadi presiden. Designated Survivor. Saya nonton film itu, 'ini orang kok masalahnya beda terus setiap hari, saya bilang. Ternyata Pak, saya jadi menteri beneran. Udah Pak, pokoknya jangan punya cita-cita lah jadi menteri. Kalau disuruh, kebetulan emang nggak ada pilihan, nggak apa, jadi dilakukan. Tapi jangan cita-cita, Pak. Lebih enak jadi peneliti, udah paling betul itu jadi peneliti," ujarnya berkelakar.

ADVERTISEMENT

Brian menuturkan, sebagai menteri, ia juga mengalami masa-masa sulit dan berat. Kini, masa-masa awal tersebut membuatnya lebih siap menghadapi masa ke depan.

Kelola Stres

Ia berharap, para pelajar juga tidak terpuruk saat mengalami kendala akademik dan nonakademik semasa kuliah. Brian menceritakan, seorang temannya semasa kuliah pernah dirawat di rumah sakit jiwa karena stres terkait nilai dan masalah lainnya.

"Jadi, maksud saya adalah, ini adik-adik, Anda harus siap bertarung. Nah jadi, saya hanya titip beberapa hal ya, terutama untuk mahasiswa, calon mahasiswa," ucapnya.

Perseverance, Persistance, Grit

Brian berpesan, pelajar perlu punya perseverance atau ketekunan. Dalam hal ini, pelajar perlu tekun dengan pandangan bahwa manusia sukses dalam jangka panjang, bukan hanya jangka pendek.

Ia juga berpesan agar pelajar menumbuhkan kemampuan untuk persistance atau gigih kendati sempat gagal.

Mengutip konsep Profesor Psikologi University of Pennsylvania Angela Duckworth, Brian mengatakan, pelajar juga perlu memegang prinsip grit. Alih-alih terlarut dalam keluhan, belajar untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

"Orang-orang yang PPG (perseverance, persistance, grit) ini, dia lebih banyak menyelesaikan masalah daripada mengeluhkan masalah. Dia berjuang terus. Nah, karena semua keberhasilan, semua keberhasilan itu lahir dari proses yang panjang. Tidak ada yang jangka pendek. Kalau jangka pendek biasanya berhasil, tapi nanti jatuh lagi," ucapnya.



(twu/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads