×
Ad

Peringkat UT Melesat ke 801-1000 Dunia dalam THE SIR 2026

Rayfahd Haykal - detikEdu
Jumat, 03 Jul 2026 16:16 WIB
Foto: Universitas Terbuka
Jakarta -

Universitas Terbuka (UT) mencatatkan lonjakan peringkat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026. UT naik dari kelompok peringkat 1001-1500 dunia pada 2025 menjadi 801-1000 dunia pada tahun ini.

Skor keseluruhan UT turut terkerek naik dari 51,8 pada 2025 menjadi 56,9 pada 2026. Kenaikan ini disebut melampaui target yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) UT.

Capaian tersebut diraih melalui lima Sustainable Development Goals (SDGs) dengan skor tertinggi. Posisi terbaik ada diSDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions dengan peringkat 201-300 dunia. Disusul SDG 4: Quality Education di peringkat 401-600 dunia, SDG 17: Partnerships for the Goals dengan peringkat 601-800 dunia, SDG 5: Gender Equality di peringkat 401-600 dunia, serta SDG 6: Clean Water and Sanitation pada peringkat 401-600 dunia.

Berdasarkan data yang dipublikasikan pada 24 Juni 2026, capaian tersebut menempatkan UT dalam peta pemeringkatan global yang semakin kompetitif. THE Sustainability Impact Ratings 2026 mengevaluasi 1.603 universitas dari 116 negara/wilayah.

Pemeringkatan ini menilai kontribusi perguruan tinggi terhadap 17 SDGs, sehingga capaian UT tidak hanya mencerminkan reputasi akademik, tetapi juga kontribusi institusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.

"Sejak awal, UT hadir untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang tidak selalu dapat mengikuti pola perkuliahan konvensional. Melalui sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT menghadirkan ruang belajar yang lebih fleksibel bagi lulusan SMA/Sederajat, pekerja, guru, aparatur, pelaku usaha, orang tua, hingga pembelajar di berbagai daerah," demikian keterangan tertulis Universitas Terbuka, Jumat (3/7/2026).

Lima capaian tertinggi tersebut menjadi penanda bahwa kontribusi UT tidak bertumpu pada satu bidang saja. Kekuatan UT terbaca dari penguatan tata kelola, perluasan akses pendidikan berkualitas, pengembangan kemitraan, kesetaraan, hingga kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Oleh karena itu, dalam konteks perguruan tinggi modern, capaian ini menunjukkan bahwa reputasi tidak lagi hanya dibangun melalui aktivitas akademik, tetapi juga melalui manfaat yang dapat dirasakan publik secara luas.

Posisi terbaik UT pada SDG 16 memperlihatkan pentingnya tata kelola kelembagaan dalam membangun kepercayaan. Sebagai perguruan tinggi negeri terbuka, UT terus memperkuat prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kualitas layanan.

Capaian ini menjadi relevan karena pendidikan tinggi hari ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menghadirkan institusi yang kredibel, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, capaian pada SDG 4 memiliki kedekatan paling kuat dengan jati diri UT. Sejak awal, UT hadir untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang tidak selalu dapat mengikuti pola perkuliahan konvensional.

Melalui sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT menghadirkan ruang belajar yang lebih fleksibel bagi lulusan SMA/Sederajat, pekerja, guru, aparatur, pelaku usaha, orang tua, hingga pembelajar di berbagai daerah.

Sebagai perguruan tinggi jarak jauh (PTJJ), ruang pembelajaran UT tidak selalu berbentuk kelas fisik. Ia bisa hadir melalui layar komputer/laptop/gawai setelah jam kerja, di rumah seorang guru di daerah, di sela aktivitas keluarga, atau dalam rutinitas seseorang yang sedang menata ulang masa depannya.

Dalam sistem pembelajaran seperti itu, pendidikan tinggi jarak jauh menjadi lebih dekat dengan kehidupan nyata dan lebih mungkin dijangkau oleh masyarakat dari berbagai usia, profesi, wilayah, dan latar sosial ekonomi.

Lompatan lain yang tidak kalah penting adalah meningkatnya jumlah SDGs yang diikuti UT. Pada 2025, UT berpartisipasi dalam lima SDGs. Tahun 2026, jumlah tersebut bertambah signifikan menjadi 17 SDGs. Artinya, UT kini mengambil bagian dalam seluruh tujuan pembangunan berkelanjutan, sehingga kontribusinya semakin utuh terbaca dalam berbagai bidang pembangunan.

Pengakuan dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026 semakin memperkuat posisi UT sebagai perguruan tinggi terbuka yang membangun reputasi melalui manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat. Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang fleksibel, kredibel, dan berkualitas, UT hadir sebagai pilihan yang semakin relevan bagi pembelajar masa kini.

UT menjadi ruang bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kapasitas diri tanpa harus memutus ritme hidup, meninggalkan pekerjaan, keluarga, maupun lingkungan sosialnya.

"UT menunjukkan arah pendidikan tinggi yang semakin dibutuhkan hari ini: terbuka, adaptif, dekat dengan kehidupan masyarakat, dan mampu menghadirkan kesempatan yang lebih luas. Dari ruang nyata dan digital yang menembus seluruh wilayah pelosok tanah air, UT terus memperluas makna kampus sebagai ekosistem belajar yang tidak sekadar menunggu mahasiswa datang, tetapi hadir mendekat kepada mereka yang ingin bertumbuh dan mengambil peran dalam masa depan Indonesia," tulis UT.

Pada akhirnya, capaian ini tidak hanya menempatkan UT dalam daftar pemeringkatan dunia. Lebih dari itu, UT menunjukkan arah pendidikan tinggi yang semakin dibutuhkan hari ini: terbuka, adaptif, dekat dengan kehidupan masyarakat, dan mampu menghadirkan kesempatan yang lebih luas.

Dari ruang nyata dan digital yang menembus seluruh wilayah pelosok tanah air, UT terus memperluas makna kampus sebagai ekosistem belajar yang tidak sekadar menunggu mahasiswa datang, tetapi hadir mendekat kepada mereka yang ingin bertumbuh dan mengambil peran dalam masa depan Indonesia.



Simak Video "Video APK Dikti Masih Rendah, PTN Didorong Tingkatkan Kapasitas Tampung"

(akn/ega)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork